Abstract :
Industri ada dua macam yaitu industri jasa dan manufaktur. Industri manufaktur dalam beberapa dekade terakhir mengalami perkembangan yang sangat pesat. Untuk dapat bersaing di pasaran, produk yang dihasilkan harus berkualitas dan selalu ada saat dibutuhkan oleh konsumen dengan harga yang murah. Perusahaan dituntut memperhatikan quality, cost dan aviability, sehingga perusahaan harus berkomitmen terhadap proses produksi sejak awal sampai akhir, untuk mengetahui seberapa efektifkah perusahaan itu. Maka akan di usulkan pada perusahaan PT. ISPAT PANCA PUTRA GRESIK, perusahaan ini memproduksi besi beton yang dikirim ke lokal maupun manca negara, di perusahaan ini proses produksinya menggunakan mesin yang disusun secara seri dari furnis, catliver stand 1 sampai 20, shear 1 sampai 3, flaying shear TMT proses dan Counting. Di perusahaan ini sering terjadi kecacatan produk hingga mencapai 10%, sehingga akan di hitung tingkat ke efektivitasnya, loss yang mempengaruhinya dan mengusulakan perbaikan. Tingkat efektivitas proses produksi dapat dilihat berdasarkan pencapaian nilai kinerja OEE yang akan di rinci dengan nilai Aviability (90,69%), Performansi (94,77%), Quality (89,70) dan nilai OEE (76,74%). Loss yang mempengarui di tiap kinerja adalah nilai Breakdown Loss 45097,8 menit/tahun, Idle & minor setoppages loss 29040 menit/tahun, reduced yield loss 8629,27 ton/tahun, dan penyebab terjadinya los- los serbuk potong terlalu banyak, potongan end cutting terlalu panjang, banyaknya scrap setelah proses produksi, billet terjepit pada stand, bar menabrak roll stand 20, arus lemah pada motor transfer, bar tidak bisa masuk roll guide, bar tidak bisa melanjutkan ke TMT proses, motor transfer mati mendadak. Saran kedepanya perusahaan secepatnya mengganti komponen ? komponen yang sudah tak layak pakai tanpa harus menunggu rusak. Hal ini akan membantu peningkatan efektifitas perusahaan.