Abstract :
Banyaknya perusahaan manufaktur dari BEI yang sedang mengalami penurunan
dipicu oleh perlambatan ekonomi global sehingga menyebabkan kebangkrutan.
Kebangkrutan yang ditandai oleh financial distress atau kesulitan keuangan.
Financial distress merupakan kondisi keuangan yang terjadi sebelum
kebangkrutan atau likuidasi. Perusahaan yang memiliki Earning Per Share (EPS)
negatif 2 tahun berturut-turut, dimana hal tersebut menggambarkan prospek
earning dan pertumbuhan perusahaan yang tidak baik, sehingga hal tersebut dapat
memicu terjadinya financial distress. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
penggunaan rasio keuangan likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas
dalam memprediksi financial distress. Populasi penelitian ini adalah perusahaan
manufaktur yang terdaftar di BEI 2013-2015. Berdasarkan metode purpose
sampling, sampel yang digunakan sebanyak 50 perusahaan manufaktur. Adapun
kriteria financial distress dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan
variabel dummy yaitu 0 untuk perusahaan yang tidak mengalami financial distress
dan 1 untuk perusahaan yang mengalami financial distress sehingga uji regresi
yang digunakan adalah uji regresi logistik, dan diperoleh 12 perusahaan yang
diindikasikan mengalami financial distress.