Institusion
Universitas Muhammadiyah Gresik
Author
NINGSIH, RIZKHA DWI RAHAYU
Subject
Mathematic Education
Datestamp
2019-08-05 09:09:15
Abstract :
Pemecahan masalah merupakan bagian yang sangat penting dari
pembelajaran matematika. Masalah matematika adalah soal matematika yang
tidak rutin bagi peserta didik dan disajikan dalam bentuk soal cerita. Menurut
Polya (1973) langkah-langkah pemecahan masalah matematika yaitu (1)
memahami masalah; (2) merencanakan pemecahan; (3) melakukan rencana
pemecahan; (4) memeriksa kembali pemecahan. Peneliti menggunakan
langkah Polya karena telah lazim digunakan dalam memecahkan masalah
matematika. Peserta didik dapat memecahkan masalah matematika yang ada
dengan baik apabila didukung oleh kemampuan memecahkan masalah yang
baik pula. Kemampuan yang ada pada diri setiap peserta didik dalam
menghadapi suatu masalah dan mencari pemecahan dari masalah tersebut
dikenal dengan Adversity Quotient (AQ). AQ dapat menunjukkan tingkat
peserta didik yang terus berjuang dan yang berhenti ditengah jalan. Sehingga
AQ sangat diperlukan peserta didik dalam menyelesaikan masalah
matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan
peserta didik dalam memecahkan masalah matematika menggunakan model
Polya ditinjau dari tingkat AQ.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek
penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-B MTs Muhammadiyah 3
Sedayulawas yang berjumlah 41 peserta didik. Instrumen penelitian yang
digunakan yaitu skala Adversity Quotient yang diadopsi dari Amalia (2011)
dan soal tes pemecahan masalah matematika yang sebelum digunakan diuji
validitas oleh ahli terlebih dahulu. Adapun validatornya yaitu seorang guru
matematika dari MTs Muhammadiyah 3 Sedayulawas dan seorang dosen
program studi pendidikan matematika dari Universitas Muhammadiyah
Gresik.
Hasil analisis data diperoleh bahwa kemampuan peserta didik tipe
Climber dalam memecahkan masalah matematika termasuk kategori sangat
baik, kemampuan peserta didik tipe Camper dalam memecahkan masalah
matematika termasuk kategori cukup, dan kemampuan peserta didik tipe
Quitter dalam memecahkan masalah matematika termasuk kategori cukup.