DETAIL DOCUMENT
KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI KELAS XI MIA 5 SMAN 1 KEBOMAS
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Gresik
Author
MAGHFIROH, OLIVIA
Subject
Education 
Datestamp
2019-08-07 02:02:50 
Abstract :
Kemampuan komunikasi dan penalaran matematis merupakan dua hal yang penting dalam pembelajaran matematika. Komunikasi matematis adalah kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan ide atau gagasan secara tertulis melalui gambar, diagram, atau benda nyata dengan menggunakan bahasa, simbol, gambar, grafik, dan lain-lain dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi matematis peserta didik ditinjau berdasarkan tingkat kemampuan penalaran matematis tinggi, sedang, dan rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan adalah 6 peserta didik kelas XI MIA 5 SMAN 1 Kebomas tahun pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan penalaran matematis dan tes komunikasi matematis. Tes kemampuan penalaran matematis ini diberikan terlebih dahulu untuk menentukan masing-masing kategori tingkat kemampuan penalaran matematikanya. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi matematis tulis peserta didik yang memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dalam menyelesaikan persoalan aplikasi integral pada daerah luas pada subjek HM adalah subjek dapat memberikan ide dengan menuliskan langkah-langkahnya menggunakan konsep aplikasi integral secara runtut, jelas, dan sistematis sehingga menghasilkan jawaban yang benar tetapi pada aspek menggambar subjek dapat menggambar kedua kurva yang diketahui dan tidak memperhatikan titik perpotongannya. Pada aspek menggunakan notasi subjek kurang menuliskan simbol pada sumbu koordinat x, y dan tidak konsisten dalam penulisan simbol pada model matematika serta tidak memberikan satuan luas. Sedangkan pada subjek MAH dapat menuliskan ide yang sama dengan subjek HM tetapi subjek salah memfaktorkan batasnya. Komunikasi matematis tulis peserta didik yang memiliki kemampuan penalaran matematis sedang pada subjek MDR juga dapat menuliskan ide yang sama dengan subjek HM tetapi terdapat kesalahan dalam menguadratkan salah satu sukunya sehingga mempengaruhi hasil akhir dan pada aspek menggambar sudah tepat. Sedangkan pada subjek RA ide yang dituliskan sama dengan subjek HM tetapi terdapat kesalahan dalam menyederhanakan pecahan di akhir jawabannya dan pada aspek membuat gambar sudah tepat. Komunikasi matematis tulis peserta didik yang memiliki kemampuan penalaran matematis rendah pada subjek MTFW adalah subjek menuliskan konsep tidak sesuai dengan konsep aplikasi integral pada daerah luas tetapi menggunakan konsep lain yaitu menggunakan rumus volume balok. Sedangkan pada subjek NALR, subjek menuliskan langkah-langkahnya menggunakan konsep integral namun terdapat kesalahan dalam menuliskan model matematikanya 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Gresik