Abstract :
Kemampuan komunikasi dan penalaran matematis merupakan dua hal
yang penting dalam pembelajaran matematika. Komunikasi matematis adalah
kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan ide atau gagasan secara tertulis
melalui gambar, diagram, atau benda nyata dengan menggunakan bahasa,
simbol, gambar, grafik, dan lain-lain dalam menyelesaikan soal-soal matematika.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi
matematis peserta didik ditinjau berdasarkan tingkat kemampuan penalaran
matematis tinggi, sedang, dan rendah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian yang
digunakan adalah 6 peserta didik kelas XI MIA 5 SMAN 1 Kebomas tahun
pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan
penalaran matematis dan tes komunikasi matematis. Tes kemampuan penalaran
matematis ini diberikan terlebih dahulu untuk menentukan masing-masing
kategori tingkat kemampuan penalaran matematikanya.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi matematis
tulis peserta didik yang memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dalam
menyelesaikan persoalan aplikasi integral pada daerah luas pada subjek HM
adalah subjek dapat memberikan ide dengan menuliskan langkah-langkahnya
menggunakan konsep aplikasi integral secara runtut, jelas, dan sistematis
sehingga menghasilkan jawaban yang benar tetapi pada aspek menggambar
subjek dapat menggambar kedua kurva yang diketahui dan tidak memperhatikan
titik perpotongannya. Pada aspek menggunakan notasi subjek kurang menuliskan
simbol pada sumbu koordinat x, y dan tidak konsisten dalam penulisan simbol
pada model matematika serta tidak memberikan satuan luas. Sedangkan pada
subjek MAH dapat menuliskan ide yang sama dengan subjek HM tetapi subjek
salah memfaktorkan batasnya. Komunikasi matematis tulis peserta didik yang
memiliki kemampuan penalaran matematis sedang pada subjek MDR juga dapat
menuliskan ide yang sama dengan subjek HM tetapi terdapat kesalahan dalam
menguadratkan salah satu sukunya sehingga mempengaruhi hasil akhir dan pada
aspek menggambar sudah tepat. Sedangkan pada subjek RA ide yang dituliskan
sama dengan subjek HM tetapi terdapat kesalahan dalam menyederhanakan
pecahan di akhir jawabannya dan pada aspek membuat gambar sudah tepat.
Komunikasi matematis tulis peserta didik yang memiliki kemampuan penalaran
matematis rendah pada subjek MTFW adalah subjek menuliskan konsep tidak
sesuai dengan konsep aplikasi integral pada daerah luas tetapi menggunakan
konsep lain yaitu menggunakan rumus volume balok. Sedangkan pada subjek
NALR, subjek menuliskan langkah-langkahnya menggunakan konsep integral
namun terdapat kesalahan dalam menuliskan model matematikanya