Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koneksi
matematika melalui metode Guided Discovery Learning materi bangun ruang
kelas IV-A MI Poemusgri Gresik. Penelitian ini dilakukan karena peserta didik
kesulitan dalam menghubungkan antar konsep yang sebelumnya telah diketahui
oleh peserta didik dengan konsep yang baru yang akan dipelajari. Peserta didik
juga masih kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika terkait masalah
kehidupan sehari-hari karena sebelumnya peserta didik belum pernah
mendapatkan soal-soal yang berkaitan tersebut. Oleh karena itu, digunakan
metode Guided Discovery Learning sebagai metode pembelajaran yang
melibatkan peserta didik, dengan cara memberikan kebebasan untuk menemukan
sendiri penyelesaian masalah dengan mengaitkan konsep-konsep yang terkait
dalam kehidupan sehari-hari yang akan meningkatkan kemampuan koneksi
matematika dan membuat kekuatan memori materi yang telah dipelajari dapat
bertahan lama. Metode pembelajaran nantinya akan mendukung proses
pembelajaran yang efektif, proses pembelajaran efektif sangat bergantung pada
pemilihan dan penggunaan metode pengajaran untuk dapat memaksimalkan
pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek
penelitian peserta didik kelas IV-A MI Poemusgri Gresik tahun pelajaran 2016-
2017 yang terdiri dari 17 peserta didik. Metode pengumpulan data pada
peneilitian ini adalah menggunakan observasi dan tes kemampuan koneksi
matematika. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar tes
kemampuan koneksi matematika.
Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode Guided
Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematika peserta
didik MI Poemusgri Gresik kelas IV-A, karena peserta didik terlibat aktif dalam
proses pembelajaran dengan menemukan dan menggabungkan konsep-konsep
sendiri. Berdasarkan tes awal kemampuan koneksi matematis, penelitian siklus I,
dan pene litian siklus II yang dilakukan kepada peserta didik menunjukkan bahwa
peserta didik termasuk dalam kategori baik dan baik sekali sudah meningkat
diatas 70%, yakni pada siklus I yang masih 64% belum memenuhi ketuntasan
klasikal pada siklus II sudah memenuhi ketuntasan klasikal yaitu 94%.