Abstract :
Representasi matematis sangat dibutuhkan oleh peserta didik agar dapat
dengan mudah menyampaikan ide-ide dan gagasan dengan menginterpretasikan
pemikiran terhadap suatu masalah matematika. Dalam teori perkembangan
kognitif, Bruner membedakan representasi atas enactive, iconic dan symbolic.
Representasi matematis dapat dilatih dan dikembangkan melalui kebiasaan
menyelesikan soal-soal geometri. Selain itu representasi matematis erat kaitannya
dengan kemampuan matematika dan jenis kelamin. Sehingga tujuan penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan representasi matematis peserta didik menurut
pandangan Bruner dalam menyelesaika soal geometri ditinjau dari kemampuan
matematika (tinggi, sedang, dan rendah) dan jenis kelamin (laki-laki dan
perempuan) di SMPN 1 Duduk Sampeyan
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian
adalah 6 peserta didik kelas VIII-H SMPN 1 Duduk Sampeyan. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Instrument
yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan matematika, tes
representasi matematis, dan pedoman wawancara.
Dari hasil analisis data, representasi matematis peserta didik laki-laki yang
memiliki kemampuan matematika tinggi dapat memenuhi ketiga indikator
representasi matematis, peserta didik laki-laki yang memiliki kemampuan
matematika sedang dapat memenuhi ketiga indikator representasi matematis,
sedangkan peserta didik laki-laki yang memiliki kemampuan matematika rendah
hanya dapat memenuhi dua indikator representasi matematis. Representasi
matematis peserta didik perempuan yang memiliki kemampuan matematika
tinggi dapat memenuhi ketiga indikator representasi matematis, peserta didik
perempuan yang memiliki kemampuan matematika sedang dapat memenuhi dua
indikator representasi matematis, sedangkan peserta didik perempuan yang
memiliki kemampuan matematika rendah tidak dapat memenuhi ketiga indikator
representasi matematis