Abstract :
Penalaran merupakan suatu kegiatan, suatu proses atau suatu aktivitas
berpikir untuk menarik kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru yang
benar berdasar pada beberapa pernyataan yang kebenarannya telah dibuktikan
atau diasumsikan sebelumnya. Melalui penalaran matematika peserta didik
dapat mengajukan dugaan, kemudian menyusun bukti, melakukan manipulasi
terhadap permasalahan matematika dan menarik kesimpulan dengan benar dan
tepat. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan penalaran
peserta didik dalam belajar matematika adalah strategi pembelajaran berbasis
masalah dan strategi pembelajaran cooperative (think pair share). Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan kemampuan
penalaran matematika peserta didik yang menggunakan strategi pembelajaran
berbasis masalah dengan menggunakan strategi pembelajaran cooperative
(think pair share) di SMP Muhammadiyah 5 Bungah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif. Sampel dalam penelitian
ini menggunakan sampel total yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII A
yang berjumlah 24 peserta didik dan kelas VIII B yang berjumlah 23 peserta
didik, sehingga seluruh sampel berjumlah 47 peserta didik kelas VIII SMP
Muhammadiyah 5 Bungah tahun ajaran 2016/2017. Metode pengumpulan data
yang digunakan adalah metode dokumentasi dan tes. Data dokumentasi berupa
nilai UAS semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah soal tes kemampuan penalaran matematika berbentuk uraian
yang sebelumnya diuji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil dari analisis data diperoleh bahwa ada perbedaan antara
kemampuan penalaran matematika peserta didik yang menggunakan strategi
pembelajaran berbasis masalah dengan strategi pembelajaran cooperative (think
pair share) di SMP Muhammadiyah 5 Bungah.