Abstract :
Perkembangan industri bordir di Gresik saat ini semakin pesat seiring dengan
teknologi semakin maju, sehingga persaingan antar industri bordir semakin
meningkat,Ini mendorong pentingnya setiap industri bordir untuk selalu
memonitor dan mengolah kualitas secara terus menerus sebagai sebuah sistem
pengendalian kualitas.CV.Batari bordir merupakan industri bordir rumahan dalam
proses produksinya masih mengalami kecacatan karena sistem pengendaliannya
yang masih sederhana,kecacatan yang dialami melebihi batas toleransi yang di
tetapkan perusahaan sebesar 5%,dalam proses produksi dalam 4 bulan terakhir
yaitu bulan oktober 8%,November 9%,Desember 7%, Januari 6%,dan Februari
6%.
Metodologi untuk menyelesaikan masalah menggunakan metode Fault Tree
Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi kecacatan produk berdasarkan proses
produksi saat ini.Selanjutnya metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
untuk mengidentifikasi kegagalan ,efek kegagalan,penyebab kegagalan,mode
deteksi dan menentukan rating Severity, Occurance,Detectionpada Risk Priority
Number (RPN).
Berdasarkan hasil dari penilaian RPN didapatkan warna pudar dengan nilai
252,bordiran loncat dengan nilai 216 dan bordiran tidak rapi dengan nilai
180.Usulan perbaikan untuk mengatasi kecacatan antara lain Membuat SOP
pemakaian mesin, proses produksi peraturan tata tertib perusahaan, pembersihan
mesin 1x dalam seminggu, uji kualitas benang yang akan digunakan,melakukan
pengecekan tegangan sebelum dan sesudah proses produksi dan melakukan
pengawasan pada bagian produksi.