Abstract :
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendiskripsikan
tentang kesulitan anak berkebutuhan khusus dalam memahami konsep keliling dan luas
persegi dan persegi panjang dan mendeskripsikan tes hasil belajar peserta didik anak
berkebutuhan khusus setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media papan
geoboard.
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik anak berkebutuhan khusus di kelas
III SDN Inklusi Sidokumpul 7 yang berjumlah 6 siswa. Data yang diperlukan dalam
penelitian adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Dan untuk mendapatkan data yang
dibutuhkan dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah
lembar observasi dan lembar tes hasil belajar.
Hasil-hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) hasil pengamatan tentang kesulitan
anak berkebutuhan khusus dalam memahami konsep keliling dan luas persegi dan persegi
panjang sebagai berikut: a). MKF dengan diagnosa autis dalam memahami konsep
keliling dan luas persegi dan persegi panjang dengan menggunakan media papan geoboard
tidak ada kesulitan hanya saja MKF mudah teralih dengan lingkungan sekitar. b).NN
dengan diagnosa ADHD secara konsep sebenarnya tidak memiliki kesulitan dalam
memahami konsep keliling dan luas persegi dan persegi panjang hanya saja kurang teliti
saat menulis rumus keliling persegi panjang. c).IFF dengan diagnosa slow learner secara
konsep masih mampu memahami konsep keliling dan luas persegi dan persegi panjang
meskipun IFF butuh pengulangan terus menerus hanya saja kurang teliti saat menulis
rumus keliling persegi panjang. d).ZZL dengan diagnosa down sindrom mengalami
kesulitan saat menghitung ³ 20 dan juga kesulitan memahami konsep keliling dan luas
persegi dan persegi panjang anak masih memerlukan bantuan. e).TEAF dengan diagnosa
tunarungu secara konsep keliling dan luas persegi dan persegi panjang tidak memiliki
kesulitan hanya saja TEAF memiliki gangguan pendengaran dan berkomunikasi yang
kurang. Keterbasan tersebut yang mempengarui belajar anak seperti kesalahan persepsi
pada keliling dan luas persegi, anak menganggap bahwa keliling dan luas adalah sama.
f).BSR dengan diagnosa slow learner mengalami kesulitan saat menghitung ³ 20 dan juga
kesulitan memahami konsep keliling dan luas persegi dan persegi panjang anak masih
memerlukan bantuan. (2) Ketuntasan belajar klasikal tercapai karena lebih dari 40% yaitu
56,67 %.