Abstract :
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan
One-Shot Case Study yang bertujuan untuk mengukur tingkat kecemasan
matematika dan hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran
ARIAS kelas VII di SMP Negeri 2 Kebomas, pada materi operasi hitung bentuk
aljabar. Penelitian ini dilakukan karena dalam menghadapi mata pelajaran
matematika peserta didik mengalami kecemasan. Peserta didik mengalami
kecemasan karena tidak menguasai materi, merasa takut salah dalam
menyelesaikan soal, dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, digunakan model
pembelajaran ARIAS sebagai model pembelajaran dengan usaha pertama dalam
kegiatan pembelajaran yaitu untuk menanamkan rasa yakin atau percaya pada
peserta didik. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan peserta
didik, berusaha menarik dan memelihara minat atau perhatian peserta didik.
Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada peserta didik
dengan memberikan penguatan (reinforcement).
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII-G SMP Negeri 2
Kebomas tahun pelajaran 2017-2018 yang terdiri dari 32 peserta didik. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode angket dan metode
tes. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah lembar angket kecemasan
matematika dan lembar tes hasil belajar.
Hasi dari penelitian ini adalah tingkat kecemasan matematika (Math
Anxiety) peserta didik kelas VII-G secara individu dikelompokkan terdapat 66%
peserta didik kategori rendah, 34% kategori sedang dan 0% kategori tinggi. Secara
keseluruhan atau dalam satu kelas mengalami kecemasan matematika dengan
rata-rata empirik lebih kecil dari rata-rata teoritik, hal ini menunjukkan kecemasan
matematika peserta didik kelas VII-G cenderung rendah. Berdasarkan pada setiap
aspek kecemasan, peserta didik kelas VII-G memiliki kategori tingkat rendah pada
2 aspek yaitu aspek fisiologis dan perilaku. Serta kategori tingkat sedang pada 1
aspek yaitu aspek psikologis. Untuk hasil belajar peserta didik kelas VII-G secara
individu terdapat 24 peserta didik tuntas belajar dan 8 peserta didik tidak tuntas
belajar. Dalam satu kelas, ketuntasan belajar klasikal peserta didik kelas VII-G
mencapai 75%. Hal ini berarti ketuntasan belajar klasikal tercapai.