Abstract :
Rancang bangun alat identifikasi diagnosa penyakit diabetes melitus melalui urine menggunakan sensor gas dan jaringan syaraf tiruan merupakan sistem otomatisasi untuk mendeteksi penyakit Diabetes Melitus, guna memberikan informasi kepada penderita penyakit diabetes melitus yang tidak tertangani karena kurangnya pengetahuan gejala dari penyakit diabetes melitus.
Saat ini, perangkat pemantauan glukosa darah dilakukan secara invasif dengan menusukkan jarum pada jari atau pembuluh darah klien. Hal ini menyebabkan trauma bagi pasien terutama jika frekuensi pemeriksaan sangat sering. Kondisi tersebut serta komplikasi dari penggunaan strip dan komponen lainnya menunjukkan kebutuhan untuk perangkat baru yang lebih nyaman dan efektif untuk pengenalan tanda-tanda Diabetes Melitus sejak dini pada diri seseorang, untuk memastikan apakah anda mengidap Diabetes Melitus atau tidak dapat diketahui dengan melakukan pengecekan yang terdiri dari pengecekan darah dan urine.
Untuk pengidentifikasian bau urine diabates dan non diabetes sebelumnya dilakukan proses training data dan identifikasi menggunakan backpropagation yang terdapat pasang data dan pola untuk mewakili karakterisasi bau urine diabetes dan non diabetes. Kepekaan sensor gas pada alat pendeteksi urine menggunakan modul sensor Gas MQ-2, MQ-4, MQ-7 dan MQ-135 yang sudah teruji dalam penelitian sebelumnya untuk pendeteksian urine penderita dan urin normal. Dalam pengujian dilakukan dengan menggunakan pola data dari analisa klaster dan pengujian dilakukan dengan membandingkan masing-masing sensor.