Abstract :
Skripsi ini mengkaji tentang hubungan tingkat kecemasan isu ancaman PHK
dengan tingkat motivasi kerja karyawan PT.Autokorindo Pratama. Menurut
(Maramis,2005) kecemasan adalah perasaan tidak menentu yang dialami
seseorang yang dapat berupa perasaan khawatir, ketegangan dan ketakutan.
Indikator kecemasan terdiri dari 4 aspek yaitu: komponen kognitif, komponen
psikologis, komponen somatik, komponen motorik. sedangkan motivasi kerja
adalah suatu proses dimana kebutuhan seseorang dapat mendorong atau
mempengaruhi perilaku seseorang untuk mencapai tujuan perusahaan. menurut
Maslow, indikator motivasi terdiri dari 5 aspek yaitu: kebutuhan fisiologis dasar,
kebutuhan akan rasa aman dan tenteram, kebutuhan akan cinta dan penerimaan,
kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan aktualisasi diri. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat kecemasan ancaman
PHK dengan tingkat motivasi kerja karyawan PT.Autokorindo Pratama.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah 185 karyawan produksi PT.Autokorindo Pratama. Sampel
dalam penelitian ini sejumlah 150 responden dengan taraf kesalahan 1% menurut
tabel sampel issac and michael. Dengan kategori karyawan tetap berjumlah 60
responden dan karyawan outsorching berjumlah 125 responden. Teknik
pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert dengan
5(lima) pilihan jawaban, yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), cukup sesuai (CS),
tidak sesuai (TS) dan sangat tidak sesuai (STS). Item shahih dari variabel motivasi
kerja berjumlah 34 item dari 36 item, sedangkan item shahih dari varibel
kecemasan ancaman PHK berjumlah 47 item dari 50 item. Uji reliabilitas skala
menggunakan teknik Alpha Cronbach dan program SPSS 15.0 for windows.
Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment dengan taraf
signifikansi 5%. Hasil uji linieritas menunjukkan nilai F sebesar 2,193 dengan p =
0,008 (p < 0,05), dapat diartikan bahwa hubungan antara tingkat kecemasan isu
ancaman PHK dengan tingkat motivasi kerja karyawan PT. Autokorindo Pratama
adalah linier. Hasil penelitian menunjukkan r hitung (-0,195) dan r tabel 0,1603
sehingga bisa disimpulkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel (-0,195) >
0,1603, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan analisis data, maka dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat kecemasan isu ancaman PHK
dengan tingkat motivasi kerja karyawan PT.Autokorindo Pratama