DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK DAN MODEL TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KUBIS BUNGA DAN MENTIMUN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Gresik
Author
ANITA, MAULIDYAH
Subject
Agriculture 
Datestamp
2019-09-26 06:31:41 
Abstract :
Tanaman kubis bunga dan mentimun merupakan komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan yang intensif untuk meningkatkan produksi baik secara kuantitas maupun kualitas. Peningkatan produktivitas tanaman kubis bunga dan mentimun dapat dilakukan melalui penerapan model tanam tumpang sari dalam upaya optimalisasi lahan. Disamping itu, pemberian mulsa organik mampu meminimalisir kekurangan air dalam kegiatan budidaya di lahan kering pada musim kemarau karena penggunaan mulsa mampu menjaga suhu dan kelembaban tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk menyimpulkan pengaruh interaksi pemberian mulsa organik dan model tanam terhadap pertumbuhan tanaman kubis bunga dan mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di UPT PATPH Kebun Kebomas, Kec. Kebomas, Kab. Gresik pada bulan Mei sampai September 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design). Petak Utama (PU) mulsa organik terdiri dari 2 taraf yaitu mulsa organik (M1), dan tanpa mulsa organik (M2). Sedangkan Anak Petak (AP) perlakuan model tanam sayuran (S) yang terdiri atas 4 (empat) taraf perlakuan yaitu tumpang sari mentimun (S1.1), tumpang sari kubis bunga (S1.2), monokultur kubis bunga (S2), dan monokultur mentimun (S3). Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan, kemudian diuji menggunakan analisis sidik ragam lebih lanjut dengan Uji Duncan?s multiple range test pada taraf uji 5%. Pada pemberian mulsa organik terdapat perbedaan nyata tertinggi terhadap variabel lingkungan yaitu suhu tanah dan kelembaban tanah dibandingkan tanpa mulsa organik. Pada pemberian mulsa organik terdapat perbedaan nyata tertinggi terhadap variabel pertumbuhan yaitu diameter batang dan panjang ruas tanaman kubis bunga dan mentimun. Perlakuan model tanam menunjukkan beda nyata tertinggi pada monokultur mentimun dan tumpang sari mentimun pada variabel tinggi tanaman dan diameter batang di semua umur pengamatan, serta jumlah daun, jumlah ruas dan panjang ruas di umur 21 sampai 35 HST. Tidak terdapat interaksi antara pemberian mulsa organik dan perlakuan model tanam pada pertumbuhan tanaman kubis bunga dan mentimun. Disarankan dilakukan penelitian lebih lanjut dalam lingkup budidaya pertanian organik yang dititikberatkan pada pengaruh pemberian mulsa organik jerami padi, perlakuan model tanam, dan perbaikan jarak tanam pada model tanam tumpang sari. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Gresik