Abstract :
Kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara ditentukan dengan
perbandingan tinggi rendahnya AKI dan AKB. Deteksi dini gejala dan tanda
bahaya selama kehamilan dengan asuhan Continuity Of Care merupakan upaya
terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan yang serius terhadap kehamilan
ataupun keselamatan ibu hamil sehingga menekan angka mortalitas dan
morbiditas.
Metode asuhan yang dilakukan yaitu dengan study kasus yang dilakukan pada
?Ny. S? umur 41 tahun G3P20002 di PMB Nisbaningsih, S.ST., Karang Turi Gresik,
mulai Februari sampai dengan Juli 2019 secara Continuity Of Care dengan
menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan mulai dari masa hamil
sampai dengan keluarga berencana.
Asuhan kehamilan pada Trimester I dan II diperoleh dari data buku KIA,
sedangkan pada Trimester III dilakukan kunjungan sebanyak dua kali pada usia
kehamilan 38 dan 39 minggu, dengan HPHT 28 Juli 2018 dan HPL 05 Mei 2019.
Selama kunjungan ibu mengeluh pada usia kehamilan 39 minggu, yaitu kenceng
pada perut, keluhan ini fisisologis dan telah diberikan saran untuk mengurangi
keluhannya, serta ibu diberikan neurodex sebagai multivitamin. Sehingga selama
kehamilan ibu dan janin dalam keadaan sehat.
Asuhan persalinan tanggal 30 April 2019 jam 19.00 WIB Ø 1 cm, TTV
(dalam batas normal) letkepU TFU 30 cm (Pertengahan pusat-px), inpartu kala 1
fase laten. Proses persalinan, ibu bersalin secara normal dengan memberikan
asuhan sayang ibu, pada tanggal 01 Mei 2019 jam 02.30 WIB bayi lahir Spt-B,
jenis kelamin perempuan, langsung menangis A-S 8-9, berat 3200 gram, panjang
51 cm,kala II berlangsung selama 30 menit. Kala III berlangsung selama 5 menit,
plasenta lahir lengkap dan segera dilakukan masase fundus uteri. Kala IV selama
2 jam post partum, kontraksi uterus keras, kandung kemih kosong, tidak ada
laserasi, perdarahan ±150 cc.
Pada kunjungan neonatus ke 1, 2, dan 3 tidak ada keluhan dan komplikasi
pada neonatus. tumbuh kembang baik dan bayi sehat. Pada proses asuhan
neonatus berlangsung fisiologis, ibu tetap menyusui bayinya tetapi tidak eksklusif.
Bayi sudah mendapatkan imunisasi BCG dan polio 1.
Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI keluar dan mengajarkan ibu
menyusui dengan benar. Telah dilakukan informed choice pada kunjungan nifas
ke empat, ibu telah diberikan motivasi untuk ber-KB dan telah dijelaskan macammacam
KB, keuntungan dan keterbatasan KB, meyakinkan kembali tentang KB
yang digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan
dengan alasan sebelumnya sudah memakai KB suntik 3 bulan dan percaya bahwa
KB suntik 3 bulan itu baik untuk ibu yang menyusui. Ibu melakukan informed
consent dan telah mendapat injeksi KB 3 bulan.
Berdasarkan hasil asuhan kebidanan Continuity Of Care yang telah dilakukan
diharapkan ibu dan bayi sehat, tidak terjadi penyulit maupun komplikasi. Bidan
harus dapat mengembangkan ilmu kesehatan yang terbaru dan meningkatkan
kualitas pelayanan untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas kematian
ibu dan bayi. Penerapan ANC terpadu, kelas ibu hamil dan deteksi dini risiko
tinggi untuk memberikan asuhan yang sesuai dengan standart kompetensi.