Abstract :
Asuhan kebidanan yang dilakukan secara continuity of care mulai dari
kehamilan, persalinan, BBL, neonatus, nifas dan KB pada dasarnya merupakan
suatu tahapan perkembangan manusia secara alamiah atau fisiologis tetapi dalam
perjalananya dapat berkembang menjadi patologis. Tujuan dilakukanya asuhan
continuity of care adalah untuk deteksi dini adanya kelainan dan komplikasi yang
dapat membahayakan jiwa ibu maupun bayi setiap saat, dan dapat meningkatkan
morbiditas atau mortalitas AKI dan AKB karena kualitas ibu akan memunculkan
sumber daya manusia yang berkualitas kedepanya.
Metode yang digunakan dalam Laporan Tugas Akhir ini adalah study kasus
yang dilakukan pada Ny.?D? umur 31 tahun G3 P20002 di PMB Nisbaningsih, S.
ST Karang Turi Gresik mulai Maret sampai Agustus dengan secara continuity of
care dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan mulai dari
masa hamil, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, neonatus sampai dengan
keluarga berencana.
Asuhan kehamilan pada Trimester I (UK 11 minggu), trimester II (UK 27
minggu) dan hasil pemeriksaan laboratorium HB, reduksi, albumin, HbSAg
(dalam batas normal) diambil dari rekam medik, sedangkan trimester III
dilakukan kunjungan sebanyak dua kali pada usia kehamilan 39 dan 40 minggu,
dengan HPHT 20 Juli 2018 dan HPL 27 April 2019. Pada UK 39 minggu ibu
mengeluh perutnya sudah mulai kenceng-kenceng, DO : TTV (dalam batas
normal), TFU pertengahan pusat-px (29 cm), letkep ?, TBJ : 2.790 gram, asuhan
yang diberikan adalah KIE tentang nutrisi dan istirahat serta diberikan calcid plus
1x1. Pada UK 40 minggu ibu mengeluh kenceng-kenceng semakin sering, DO :
TTV (dalam batas normal), TFU pertengahan pusat-px (31 cm), letkep ?, TBJ :
3.100 gram, asuhan yang diberikan adalah KIE tentang persiapan persalinan, bayi,
dan tanda-tanda persalinan serta diberikan neorodex 1x1, siobion1x1.
Asuhan persalinan berjalan normal, kala I selama 8 jam, kala II berlangsung
selama 40 menit, bayi lahir secara normal jam 21.40 WIB, menangis spontan,
Apgar Skor 8-9, BB : 3.100 gram, PB : 49 cm, JK: perempuan. Kala III
berlangsung 5 menit, plasenta lahir lengkap jam 21.45 WIB, perdarahan + 100 cc.
Kala IV selama 2 jam post partum, UC : keras, KK : kosong, dilakukan penjahitan
laserasi derajat 2.
Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI keluar dan telah dilakukan
informed choice pada kunjungan nifas ke empat, ibu telah diberikan konseling
untuk ber-KB dan telah dijelaskan macam-macam KB, keuntungan dan
keterbatasan KB, meyakinkan kembali tentang KB yang digunakan dan ibu
memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan dengan alasan ibu ingin ganti
metode KB yang sebelumnya ibu pernah memakai KB implan dan percaya bahwa
KB suntik 3 bulan itu baik untuk ibu menyusui. Ibu melakukan informed consent
dan telah mendapat injeksi Triclofem KB 3 bulan tanggal 23 Juli 2019 dan
kembali suntik ulang pada tanggal 07 Oktober 2019.
Pada kunjungan neonatus ke 1, 2, dan 3 tidak ada keluhan dan tidak
ditemukan komplikasi pada neonatus, tumbuh kembang baik dan bayi sehat. Pada
proses asuhan neonatus berlangsung fisiologis, ibu menyusui bayinya secara
eksklusif. Bayi sudah mendapatkan imunisasi BCG dan polio 1.