Abstract :
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk
mendeskripsikan kecerdasan logis matematis peserta didik menggunakan model
pembelajaran berbasis masalah dengan teknik scaffolding kelas VII di SMP Negeri 2
Kebomas, pada materi persamaan linear satu variabel bentuk soal cerita. Penelitian ini
dilakukan karena dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika peserta didik
mengalami kesulitan dalam berfikir dan memecahkan masalah. Kemampuan berfikir
dan memecahkan masalah ini termasuk dari salah satu karakteristik dalam kecerdasan
logis matematis. Salah satu alternatif model dan teknik pembelajaran yang dapat
digunakan untuk menangani kecerdasan logis matematis peserta didik adalah model
pembelajaran berbasis masalah dengan teknik scaffolding, karena dalam model dan
teknik pembelajaran ini dapat mengembangkan kemampuan berfikir serta
memecahkan masalah peserta didik.
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII-F SMP Negeri 2
Kebomas tahun pelajaran 2017-2018 yang terdiri dari 32 peserta didik. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes. Metode tes
digunakan untuk mendeskripsikan kecerdasan logis matematis peserta didik melalui
model pembelajaran berbasis masalah dengan teknik scaffolding.
Dari hasil analisis data, kecerdasan logis matematis peserta didik kelas VII-F
SMP Negeri 2 Kebomas setelah melakukan pembelajaran menggunakan model
pembelajaran berbasis masalah dengan teknik scaffolding tergolong cukup baik
memiliki rata-rata persentase nilai kecerdasan logis matematis sebesar 50%, dengan
rincian pada indikator mengklasifikasikan informasi tergolong baik dengan rata-rata
73,66%, indikator membandingkan informasi pada masalah dengan pengetahuan
yang dimiliki tergolong baik dengan rata-rata 61,61%, indikator operasi hitung
matematika tergolong baik dengan rata-rata 70,09%, indikator penalaran induktif dan
deduktif tergolong cukup baik dengan rata-rata 55,80%, indikator membuat dugaan
mengenai jawaban dari masalah tergolong kurang dengan rata-rata 21,43%, dan
indikator memeriksa kembali dugaan yang dibuat tergolong sangat kurang dengan
rata-rata 17,41%.