Abstract :
perubahan sistem hemodinamik, pola tidur, dan kelelahan. Tujuan penelitian ini
untuk menganalisis perbedaan kelelahan operator alat berat pertambangan yang
menjalani sistem kerja sif dan non sif.
Desain peneletian adalah komparasi dengan pendekatan pre-test & post-test
with control group. Populasi adalah operator alat berat pertambangan yang
menjalani sistem kerja sif dan non sif. Sampel sejumlah 50 orang dengan kriteria
tenaga kerja tetap dan minimal masa kerja 3 bulan pada tiap kelompok diambil
dengan teknik simple random sampling. Variabel penelitian adalah sistem kerja sif
dan kelelahan kerja menggunakan strooop colour and word test. Analisis
menggunakan wilcoxon test dan mann-whitney test.
Seluruh operator kelompok non-sif pada dua kali pengukuran kategori fit,
sedangkan kondisi fit kelompok sif menurun dari 90% menjadi 86%. Kondisi
kurang fit kelompok sif meningkat dari 10% menjadi 14%, dan tidak ada yang
tidak fit. Uji Wilcoxon menunjukkan tidak ada perbedaan kelelahan kerja antara
pre-tes dan pos-tes (p value 0,157). Uji Mann-whitney menunjukkan ada perbedaan
kelelahan kerja kelompok sif dan non-sif pada pre-tes (p value 0,022), dan pos-tes
(p value 0,006).
Upaya pencegahan kelelahan kerja semestinya dilaksanakan
berkesinambungan sehingga risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan.
Pemantauan kelelahan kerja sebaiknya tidak hanya mengacu pada satu penilaian,
namun tetap memperhatikan gejala penunjang lainnya yaitu tekanan darah, denyut
nadi, jam tidur, keluhan subyektif, dan riwayat penyakit. Tenaga kerja diharapkan
menjalin kerjasama dengan petugas terkait untuk berpartisipasi aktif memantau
kondisi tubuhnya dan tertib melaksanakan budaya K3 untuk mempertahankan
kesehatan dan keselamatan selama bekerja.