Institusion
Universitas Muhammadiyah Gresik
Author
PURWASEH, ONNIK ENDAH BUDI
Subject
Health
Datestamp
2019-10-08 11:45:15
Abstract :
Proses kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan Keluarga Berencana (KB) pada
dasarnya merupakan suatu kejadian yang fisiologis atau alamiah, namun dalam prosesnya
dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat yang dapat membahayakan
jiwa ibu dan bayi, terutama pada ibu yang tidak mendapatkan asuhan dari tenaga kesehatan.
Tujuan dilakukannya asuhan Continuity Of Care adalah memberikan asuhan secara
berkesinambungan sehingga dapat mengantisipasi dan mendeteksi secara dini adanya
kelainan dan komplikasi agar dapat ditangani sehingga dapat menekan angka mortalitas dan
morbiditas.
Metode asuhan yang dilakukan yaitu dengan study kasus dan asuhan kebidanan yang
dilakukan pada ?Ny. N? umur 19 tahun GIP00000 di PMB Suprapti, S.ST., M.Kes Domas
Menganti Gresik, mulai Maret sampai dengan Agustus 2019 secara Continuity Of Care
dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan mulai dari masa hamil
sampai dengan pelayanan keluarga berencana.
Asuhan kehamilan pada Trimester I dan II diperoleh dari hasil rekam medis, sedangkan
pada Trimester III dilakukan kunjungan sebanyak dua kali pada usia kehamilan 36 dan 38
minggu, denganKartu Skor Poedji Rochjati 2, HPHT 25-07-2018 dan HPL 01-04-2019.
Selama kunjungan ibu mengeluh pada usia kehamilan 38 minggu, yaitu sering merasa
perutnya kenceng, keluhan ini fisisologis dan telah diberikan KIE tentang keluhan yang di
alami serta persiapan persalinan. Sehingga selama kehamilan ibu dan janin dalam keadaan
sehat.
Asuhan persalinan tanggal 18 Maret 2018 jam 09.30 WIB Ø 5 cm, TTV (dalam batas
normal) Let.Kep U TFU 32 cm (pertengahan pusat-Px), inpartu kala 1 fase aktif. Proses
persalinan dilakukan dengan 60 langkah APN, pada tanggal 18 Maret 2019 jam 11.30 WIB
bayi lahir Spt-B, jenis kelamin laki-laki, langsung menangis A-S 8-9, berat 3500 gram,
panjang 49 cm, kala II berlangsung selama 30 menit. Kala III berlangsung selama 10 menit,
plasenta lahir lengkap dan segera dilakukan masase fundus uteri. Kala IV selama 2 jam post
partum, kontraksi uterus keras, kandung kemih kosong, dilakukan penjahitan derajat 2,
perdarahan ±250 cc.
Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI lancar dan mengajarkan ibu menyusui dengan
benar. Telah dilakukan informed choice pada kunjungan nifas ke empat, ibu telah diberikan
KIE untuk ber-KB dan telah diberikan konseling KB, keuntungan dan keterbatasan KB,
meyakinkan kembali tentang KB yang digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan
KB suntik 3 bulan dengan alasan agar tidak mengganggu proses menyusui. Ibu melakukan
informed consent dan mendapatkan injeksi Triclofem 3 bulan tanggal 28 April 2019 suntik
ulang tanggal 21 Juli 2019. Mulai dari asuhan kehamilan sampai dengan pelayanan KB tidak
ada penyulit maupun komplikasi.
Berdasarkan hasil asuhan kebidanan Continuity Of Care yang telah dilakukan diharapkan
ibu dan bayi sehat, tidak terjadi penyulit maupun komplikasi. Bidan harus dapat mengupdate
ilmu kesehatan yang terbaru dan meningkatkan kualitas pelayanan, hardskill maupun soft
skill, penerapan ANC terpadu, kelas ibu hamil dan deteksi dini risiko tinggi, bekerjasama
dengan kader dan peran serta lintas sektoral serta selalu memberikan asuhan sesuai dengan
standart kompetens