Abstract :
Permasalahan terjadinya stock out beberapa obat, maupun obat yang
mengalami over stock sangat merugikan apotek karena bila stock out terjadi maka
akan mempengaruhi pendapatan apotek. Penelitian ini menggunakan data sekunder
yang diperoleh dari telaah dokumen Apotek Dian Sejahtera meliputi daftar nama
obat, jumlah pemakaian obat dan harga obat periode Januari 2019 ? April 2019.
Pada penelitian ini obat dikelompokkan berdasarkan nilai pendapatannya dengan
menggunakan analisa ABC, kemudian dihitung jumlah pemesanan optimum, safety
stock serta kapan waktu pemesanan kembali masing-masing obat. Hasil penelitian
menunjukkan perbekalan farmasi kelompok A adalah sebanyak 82 jenis (12,83%)
dengan nilai pendapatan sebesar Rp 572.206.370 (69,92%) dari total pendapatan.
Kelompok B adalah sebanyak 106 jenis (16,59%) dengan nilai pendapatan sebesar
Rp 164.144.083 (20,06%) dari total pendapatan, sedangkan kelompok C adalah
sebanyak 451 jenis (70,58%) dengan nilai pendapatan sebesar Rp 82.043.175
(10,02%) dari total pendapatan. Prioritas rencana pengadaan berada di kelompok
A, karena memberikan pendapatan tertinggi di apotek. EOQ kelompok A mulai dari
1-76 item. ROP kelompok A mulai dari 0-113 item. Hasil analisis metode ABC,
perhitungan EOQ, SS dan ROP dapat digunakan untuk perencanaan pengadaan
perbekalan farmasi di Apotek Dian Sejahtera.