Abstract :
Proses kehamilan, persalinan, dan nifas merupakan suatu proses yang normal dan alamiah,
namun bisa terjadi komplikasi atau penyulit yang membahayakan ibu dan bayi. Maka dari itu
asuhan kebidanan dilakukan secara Continuity of care mulai dari hamil sampai nifas dengan
tujuan untuk deteksi dini adanya kejadian patologis, sehingga ibu dan bayi sehat dan selamat
dan mengurangi AKI dan AKB.
Metode yang digunakan dalam penyusunan LTA ini yaitu study kasus yang dilakukan pada
?Ny. M? G4P20012 di BPM Made Warthi Agung, S.S.T Kebomas Gresik mulai tanggal 15 Mei
2019 sampai tanggal 08 Juli 2019 secara Continuity of Care. Asuhan yang dilakukan dengan
manajemen asuhan kebidanan, pengambilan data dilakukan secara langsung dan dari rekam
medis ibu, serta pendokumentasian secara SOAP.
Hasil Asuhan kehamilan pada trimester I (UK 5-6 minggu) didapatkan gangguan rasa
nyaman (mual-muntah, pusing), KU baik, TD : 105/70 mmHg, N : 86x/menit, S : 36,8 ?C, RR
: 20x/menit, TB : 152 cm, LILA : 28 cm, BB : 63 kg (naik 1 kg dari sebelum hamil), TFU masih
belum teraba, nilai KSPR trimester 1 yaitu 10. Asuhan yang diberikan yaitu menganjurkan ibu
makan dengan gizi seimbang dan menganjurkan istirahat dan tidur, pemberian obat caviplek.
Pada Trimester II (UK 24 minggu) didapatkan gangguan rasa nyaman(sering kencing), TD :
110/60 mmHg, S : 36,6 ?C, N : 88x/ menit, RR : 20x/menit, ballotement positif, serta dilakukan
Lab yaitu pemeriksaan Hb : 11,8%gr, HbsAg : (-), Golongan darah : B, albumin : (-) reduksi
: (-), HIV : (-), nilai KSPR trimester II yaitu 10. Asuhan yang diberikan yaitu kebutuhan
istirahat dan kebutuhan nutrisi kemudian diberikan trifacalk dan tablet Fe. Pada Trimester III
(UK 38 minggu) tidak ada masalah, TD :120/80, S : 36,8 ?C, RR : 20x/menit, N : 80x/menit,
MAP : 63,3 (-), ROT : 10 (-), IMT : 29,9 (+), TFU : pertengahan pusat-px (30 cm), letkep U,
DJJ : 146x/menit, TBJ : 2.790 gram, nilai KSPR : 10. Asuhan yang diberikan yaitu
menganjurkan ibu senam hamil, memberitahu ibu tanda ? tanda persalinan seperti kenceng ?
kenceng dan keluar lendir bercampur darah, memberikan vitamin yaitu gestiamin, trifacalk dan
FE. Pada Trimester III (UK 39 minggu) didapatkan gangguan rasa nyaman (kenceng-kenceng),
TD : 110/70 mmHg, S : 36,5 ?C, N : 87x/menit, RR : 20x/menit, MAP : 83,3 (-), ROT :10 (-),
IMT : 29,45 (+), TFU : 3 jari dibawah px (29 cm), letkep U, DJJ : 144x/menit, TBJ : 2.790
gram. nilai KSPR trimester III yaitu 10. Asuhan yang diberikan memberitahu ibu batas
persalinan normal yaitu 37 minggu sampai 42 minggu, memberitahukan pada ibu jika usia
kehamilannya sudah masuk 40 minggu tetapi belum ada tanda-tanda persalinan sehingga ibu
diharapkan untuk melakukan pemeriksaan ke bidan.
Asuhan persalinan tanggal 25 Mei 2018, ibu datang pada fase laten dengan keluhan
kenceng-kenceng disertai rasa sakit dan keluar lendir darah dari kemaluan, dilakukan
pemeriksaan jam 04.00 WIB hasil VT Ø 2 cm, eff 25%, ketuban (+). Pada kala I berlangsung
7 jam dan berjalan lancar. Pada tanggal 25 Mei 2018 jam 11.20 WIB bayi lahir Spt-B, jenis
kelamin perempuan, gerak aktif, menangis kuat, A-S 7-8, BB 2.900 gram, PB 49 cm. Kala II
berlangsung 20 menit berjalan dengan lancar. Kala III berlangsung 5 menit, plasenta lahir
lengkap, dan segera dilakukan masase fundus uteri. Kala IV berlangsung 2 jam post partum
berjalan dengan lancar, kontraksi uterus keras, kandung kemih kosong, penjahitan derajat 2,
dan perdarahan ± 250 cc.
Asuhan Bayi Baru Lahir tanggal 25Mei 2019 pada jam 11.20 WIB. Bayi menangis kuat,
warna kulit kemerahan, pergerakan aktif. Pada pemeriksaan fisik diperoleh data berat badan
lahir 2900 gram, panjang badan 49 cm, jenis kelamin perempuan,labia mayora sudah menutupi
labia minora, anus ada, tidak ada kelainan kongenital. Asuhan yang diberikan yaitu melakukan
IMD setiap 2 jam, kemudian membersihkan bayi, melakukan pemeriksaan fisik lanjutan bayi
tidak mengalami ikterus, merawat tali pusat dengan membungkus memakai kasa steril dengan
tidak membubuhi apapun, dan memakaikan pakaian yang bersih dan kering kemudian
membedong bayi untuk mencegah bayi agar tidak hipotermi.Asuhan Neonatus tanggal 26 Mei 2019, bayi sudah diberi minum ASI secara on demand. Hasil asuhan pemeriksaan kunjungan Neonatus yang pertama tidak ada masalah.Bayi sudah BAK dan BAB, bayi dapat menyusu dengan baik dan hisapan kuat. Selama melakukan asuahan neonates berat badan bayi mengalami kenaikan 500 gram dari berat lahir.
Masa nifas berjalan secara fisiologis, kunjungan nifas dilakukan empat kali yaitu 6 jam post partum, 6 hari, 2 minggu, dan 6 minggu. Telah dilakukan inform choice pada kunjungan nifas ke empat, ibu telah diberikan motivasi untuk ber-KB dan telah dijelaskan mengenai macam-macam KB, keuntungan, kekurangan, meyakinkan kembali tentang KB yang digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan dengan alasan agar tidak mengganggu proses menyusui. Ibu melakukan inform concent dan telah mendapatkan injeksi K