Abstract :
Status gizi di kategorikan menjadi empat yaitu gizi buruk, gizi
kurang, gizi normal dan gizi lebih. Masalah status gizi dipengaruhi oleh faktor
langsung seperti faktor pola konsumsi dan faktor tidak langsung seperti
pengetahuan ibu. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
antara tingkat pengetahuan gizi ibu dan pola konsumsi balita dengan status gizi
balita. Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian Observasional Analitik dengan
pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita di wilayah
kerja Puskesmas Manyar sebanyak 13.644 Balita. Sampel diambil sebanyak 100
balita dengan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui
wawancara dengan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, kuesioner FFQ
(Food Frequency Quesionare) dan penilaian status gizi melalui pengukuran berat
badan dan umur. Analisa data menggunakan uji Chi Square dan uji Regresi
Linier. Hasil dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas
pengetahuan gizi ibu adalah kurang (66%), mayoritas pola konsumsi balita adalah
cukup (56%), dan hasil status gizi balita mayoritas adalah gizi lebih (44%). Uji
statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
pengetahuan gizi ibu (p= 0,008) dan pola konsumsi balita (p= 0,017) dengan
status gizi balita. Analisa uji multivariat menunjukkan variabel yang paling
berpengaruh adalah pola konsumsi balita (p= 0,032). Kesimpulan dari penlitian ini
yaitu masalah status gizi yan terjadi pada balita lebih dipengaruhi oleh pola
konsumsi balita.