Abstract :
PT. Barata Indonesia (Persero) merupakan salah satu perusahaan heavy industry di Indonesia yang bergerak dibidang engineering, procurement & construction, manufacturing dan foundry dengan produk andalan yaitu Bogie. Pada proses produksi, diketahui bahwa mesin Hanger Shot Blast memiliki angka downtime terbesar selama periode tahun 2017, sehingga proporsi kondisi mesin serta keandalan mesin turut menjadi masalah. Berdasarkan permasalahan ini, maka diperlukan untuk mencari proporsi kondisi mesin mulai dari kondisi baik hingga kondisi rusak berat mesin, keandalan mesin serta faktor-faktor utama penyebab downtime yang terjadi.
Untuk mendapatkan proporsi kondisi dan keandalan mesin tersebut, metode markov diketahui mampu memunculkan probabilitas kondisi dan keandalan mesin. Hasil perhitungan proporsi kondisi mesin dengan metode markov didapatkan kondisi baik sebesar 0,7315 (73%), kondisi rusak ringan sebesar 0,0266 (3%), kondisi rusak sedang sebesar 0,1542 (15%) dan kondisi rusak berat sebesar 0,0875 (9%), dengan nilai jangka panjang keandalan mesin selama 7 hari, untuk hari ke-1 mesin dapat beroperasi dengan baik adalah sebesar 77,35%, hari ke-2 sebesar 59,35% dan seterusnya hingga hari ke-7 dengan nilai sebesar 15,79%. Kemudian dengan menggunakan FMEA, didapatkan 5 faktor kerusakan paling berpotensi yaitu, liner & impeller trouble, rantai dan screw terlepas, motor rotary macet, gear separator jalan tidak normal dan rantai bucket menyimpang.
Proporsi mesin dalam kondisi baik adalah sebesar 73%, dengan probabilitas keandalan hari ke-1 dapat beroperasi dengan baik sebesar 77,35%. Faktor paling berpotensi dengan nilai RPN sebesar 294 adalah liner & impeller trouble.