Abstract :
Pekerjaan mensablon karung di UD. Eka Jaya dilakukan secara manual
sehingga memerlukan sikap yang ergonomis dalam bekerja. Sikap postur kerja
yang tidak ergonomis dapat menyebabkan cidera atau gangguan system
musculoskeletal disorder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
postur kerja tubuh di UD.EKA JAYA dengan pendekatan RULA dan WERA,
menghitung postur kerja yang beresiko dengan menggunakan metode RULA dan
WERA, mengusulkan perbaikan postur dan gerakan kerja dengan pendekatan
RULA dan WERA.
Pengambilan data dilakukan dengan observasi kelapangan dengan cara
menyebar kuisioner Nordic Body Map (NBM). Data yang diperoleh dianalisis
dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) dan Work
Ergonomy Risk Assesment (WERA), kemudian perolehan metode RULA grand
score di kategikan berdasarkan action level, dan perolehan dari metode WERA
final score di kategorikan berdasarkan action level.
Dari aktivitas lima operator sablon karung di UD. Eka Jaya, dengan
metode RULA tiga operator memiliki skor akhir 7, dua operator memperoleh skor
akhir 6. Dengan metode WERA lima operator memiliki skor akhir 34-38. Postur
tubuh operator sablon karung di UD. Eka Jaya dengan menggunakan metode
RULA dua operator masuk kategori action level 3 yang menunjukkan bahwa
pemeriksaan dan perubahan perlu segera dilakukan, dan tiga operator masuk
kategori action level 4 menunjukkan bahwa kondisi ini berbahaya maka
pemeriksaan dan perubahan diperlukan dengan segera (saat itu juga). Dengan
menggunakan metode WERA dari ke lima operator memiliki skor akhir 34-38
masuk kategori action level medium level medium Perlu diselidiki lebih lanjut
dan perlu perubahan.