Abstract :
Latar belakang masalah yang menjadi judul penilitian kali ini yaitu
kurangnya keaktifan siswa pada saat pembelajaran fiqih berlangsung. Diperlukan
pemilihan penggunaan metode pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor
berhasilnya guru dalam melakukan proses pembelajaran, pemilihan penggunaan
metode yang tepat juga akan bisa membuat pembelajaran menjadi menyenangkan
dan membuat siswa bisa secara aktif terlibat dalam pembelajaran di Kelas.
Pada mata pelajaran fiqih dalam setiap Sub babnya selalu ada
pembelajaran yang bersifat amaliah, artinya anak-anak diwajibkan untuk bisa
mempraktekkan sesuatu dengan benar, salah satunya yaitu mempraktekkan sholat.
Dengan dilakukannya metode pembelajaran demonstrasi saat materi sholat,
diharapkan agar siswa bisa ikut terlibat aktif dalam pembelajaran dikelas.
Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana penerapan
metode demonstrasi dalam menumbuhkan keaktifan siswa pada pembelajaran
fiqih ? 2) Apa saja hambatan dan pendukung dalam metode demonstrasi ?. Metode
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang nantinya akan menyajikan
informasi berupa deskripsi mengenai hasil akhir dari penelitian.. Pengambilan
data tersebut dilakukan dengan cara observasi, wawancara serta dokomentasi yang
bersumber dari guru dan juga siswa SMA Muhammadiyah 08 Cerme.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan diterapkannya metode
demonstrasi siswa menjadi aktif dalam pembelajaran, adapun langkah-langkahnya
penerapannya yang pertama adalah Menyusun bahan belajar untuk
didemonstrasikan yang kedua yaitu mendiskusikan bahan materi belajar dengan
mebuat kelompok kecil yang ke tiga melibatkan siswa untuk melihat, mendengar
dan mengawasi praktek yang dilakukan seorang guru untuk ditirukan oleh siswa,
dan yang terakhir adalah memberikan rangsangan dan motivasi kepada siswa,
memberikan rasa untuk percaya diri dan dorongan semangat. Adapun faktor yang
mendorong untuk berhasilnya metode demonstrasi adalah yang pertama siswa
yang aktif memperhatikan, kedua adalah materi pembelajaran yang bersifat
praktik dan yang ketiga adalah kurikulum K13. Adapun faktor yang menjadi
penghambat dalam pelaksanaan metode demonstrasi adalah siswa yang kurang
memperhatikan, dan juga perlunya persiapan yang matang baik dari segi peralatan
dan tempat serta persiapan seorang guru dalam mengajar.