Abstract :
Sorgum merupakan komoditas pangan alternatif yang memiliki potensi cukup besar
dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi yang luas (kekeringan, lahan
suboptimal dan marginal) termasuk pada lahan kering di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Rendahnya produktivitas dan perkembangan varietas tanaman sorgum yang ada di Indonesia
disebabkan rendahnya keragaman genetik dan produktivitas tanaman tersebut. Perbedaan varietas
sorgum akan mengacu pada faktor genetik masing-masing varietas sorgum. Faktor genetik
merupakan salah satu penentu pada pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan hasil pada empat varietas tanaman sorgum
(Sorghum bicolor (L.) Moench). Penelitian dilaksanakan bulan Februari - Juni di kebun percobaan
Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah di Desa Kelangonan, Kecamatan
Kebomas, Kabupaten Gresik. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap
(RAKL) dengan empat perlakuan varietas dan diulang tiga kali. Ke empat varietas yang diuji
adalah (1) Numbu, (2) Kawali, (3) Super 2, (4) Suri 4 Agritan. Analisis pengujian menggunakan
analisis sidik ragam lebih lanjut dengan Uji Duncan?s multiple range test pada taraf uji 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata empat varietas sorgum pada
variabel pertumbuhan dan hasil tanaman. Perbedaan nyata pada variabel pertumbuhan ditunjukkan
oleh variabel tinggi tanaman umur 7 HST pada varietas Suri 4 agritan (11,48 cm). Perlakuan
varietas menunjukkan perbedaan nyata pada komponen hasil yaitu panjang leher malai, bobot
kering brangkasan dan bobot kering biji per tanaman. Varietas Super 2 menunjukkan panjang leher
malai tertinggi (33,78 cm). Varietas Kawali menunjukkan bobot kering brangkasan tertinggi (0,38
cm). Sedangkan Suri 4 Agritan menghasilkan bobot kering biji per tanaman tertinggi (120,93 g)
dengan potensi hasil 10,94 ton/ha.