Abstract :
Penelitian ini dilakukan karena peserta didik masih banyak yang kurang aktif
dalam pembelajaran. Hal tersebut diindikasikan karena proses pembelajaran yang
kurang menyenangkan terlebih lagi peserta didik yang berkemampuan rendah.
Ditinjau dari segi kesempurnaan, peserta didik yang berkemampuan rendah ini
cenderung memiliki cara berfikir yang lebih lambat dan memiliki tingkat
kepercayaan diri yang rendah. Oleh karena itu, digunakan model pembelajaran
Aptitude Treatment Interaction (ATI) dengan cara membagi peserta didik
kedalam tiga kelompok yakni kelompok peserta didik berkemampuan tinggi,
kelompok peserta didik berkemampuan sedang, dan kelompok peserta didik
berkemampuan rendah. Setiap kelompok memiliki perlakuan yang berbeda
disesuaikan dengan kemampuannya guna meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar peserta didik melalui model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction
(ATI) materi turunan kelas XI-B SMA AL AZHAR Surabaya.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek
penelitian peserta didik kelas XI-B SMA AL AZHAR Surabaya tahun pelajaran
2017-2018 yang terdiri dari 39 peserta didik. Metode pengumpulan data pada
penelitian ini adalah menggunakan observasi dan tes hasil belajar. Instrumen
penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar tes hasil belajar.
Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan model pembelajaran
Aptitude Treatment Interaction (ATI) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar peserta didik SMA AL AZHAR Surabaya Kelas XI-B, karena peserta
didik menjadi sangat aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan aktivitas pada siklus
I dan siklus II yang dilakukan kepada peserta didik menunjukkan bahwa peserta
didik termasuk dalam kategori baik dan baik sekali sudah meningkat diatas 70%
yakni pada siklus I yang masih 41,02% belum memenuhi ketuntasan klasikal pada
siklus II sudah memenuhi ketuntasan klasikal yaitu 74,36%. Sedangkan hasil
belajar belajar peserta duduk juga memperoleh peningkatan. Berdasarkan hasil tes
awal, tes hasil siklus I dan tes hasil siklus II yang dilakukan kepada peserta didik
menunjukkan bahwa peserta didik yang berkategori tuntas sudah meningkat diatas
70% yakni pada tes awal hanya ada 5 peserta didik yaitu 12,82%, pada siklus I
terdapat 6 peserta didik yang tuntas yaitu 15,38% dan siklus II sudah memenuhi
ketuntasan klasikal terdapat 32 peserta didik yang tuntas yaitu 82,05%.