Abstract :
PT. Indospring, Tbk. merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak
dalam bidang pembuatan leaf spring dan coil spring automotive. Spring merupakan
komponen penting untuk menunjang kenyamanan pengendara sepeda motor
maupun mobil. Pada proses pembuatan leaf spring terbagi atas tiga divisi proses
produksi yaitu proses shearing, heating, dan assembling. Dimana proses
pemotongan dan pembentukan awal spring dilakukan di divisi proses produksi
shearing. Setelah itu dilakukan proses pemanasan awal untuk pembentukan
lengkungan dan pemansan akhir untuk membentuk karakteristik leaf di divisi
heating. Proses selanjutnya adalah kegiatan pengecatan dan finishing di divisi
assembling. Pada bulan januari sampai desember tahun 2018 terdapat 25 kejadian
kecelakaan kerja yang terjadi pada perusahaan.
Penelitian ini menganalisis risiko menggunakan metode hazard
identification risk assasment and risk control (HIRARC). Dari hasil identifikasi
bahaya, risiko pada bahaya yang teridentifikasi akan dilakukan penilaian severity
dan likelihood untuk menentukan risk level. Dari penilaian risiko yang telah
dilakukan, potensi bahaya diklasifikasikan menjadi 3 level yaitu low risk, moderate
risk, dan high risk. Hasil penelitian menunjukan pada proses heating furnace
terdapat potensi bahaya yang paling dominan yaitu dengan level moderate risk
dengan nilai risiko 6 material panas dan walking beam. Hasil pada proses press
quenching terdapat potensi bahaya yang berpengaruh dengan kategori level high
risk dengan nilai risiko 16 yaitu kabel terkelupas. Dan hasil pada proses tempering
furnace terdapat potensi bahaya yang paling berpengaruh dengan kategori level
high risk dengan nilai risiko 16 yaitu conveyor tempering. Pengendalian risiko
menggunakan acuan OHSAS 18001.