Abstract :
Salah satu tujuan didirikannya perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan. Proses memaksimalkan nilai perusahaan selalu terganggu akibat adanya masalah keagenan antara pemegang saham dengan manajer. Masalah keagenan tersebut adalah manajer selalu berupaya untuk memaksimalkan kepentingan pribadinya. Salah satunya adalah dengan melakukan manajemen laba. Manajemen laba merupakan cara memanipulasi laba dengan cara seperti manajemen laba berbasis diskresi akrual maupun manajemen laba melalui strategi pengakuan pendapatan untuk memperoleh keuntungan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh manajemen laba melalui proksi diskresi akrual (DA) dan strategi pengakuan pendapatan (SRRN) pada nilai perusahaan yang diukur menggunakan harga nilai buku (PBV). Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 40 perusahaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel manajemen laba dengan proksi diskresi akrual berpengaruh negatif pada nilai perusahaan. Sedangkan manajemen laba dengan proksi strategi pengakuan pendapatan tidak berpengaruh positif pada nilai perusahaan.