Abstract :
Konsumsi ikan lele pda beberapa tahun ini mengalami peningkatan karena permintaan
konsumen yang semakin meningkat. Hal ini yang mendorong pembudidaya untuk
memproduksi ikan lele sampai ukuran konsumsi. Proses peningkatan produksi tidak terlepas
dari berbagai dari permasalahan yang menghambat. Salah satunya yang menjadi penghambat
antara lain, kegagalan produksi akibat serangan wabah penyakit ikan yang bersifat patogenik
dari golongan bakteri. Penyakit yang terus berkembang dalam budidaya ikan lele (Clarias sp)
adalah penyakit yang bisa ditandai dengan bercak merah yang disebabkan oleh bakteri
Aeromonas hydrophila. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalahan
ini yaitu dengan bahan alami seperti tumbuhan obat yang dapat dijadikan sebagai anti bakteri.
Salah satunya adalah tumbuhan Majapahit (Crescentia cujete) yang memiliki kandungan
kimia pada buah, batang dan daun majapahit (Crescentia cujete) yaitu polifenol dan sapoin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak buah majapahit
(Crescentia cujete) untuk menghambat pertumbuhan penyakit ysng disebabkan oleh bakteri
Aeromonas hydrophila dan menentukan dosis yang terbaik. Metode yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakusn pemberian ekstrak buah majapahit (0,65
ppm ; 0,75 ppm dan 0.85 ppm) yang setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Parameter utama
yang diamati adalah mortalitas dan gejala klinis. Hasil penelitian ini adalah pemberian
ekstrak buah majapahit pada ikan lele yang terinfeksi Aeromonas hydrophila mampu
menurunkan tingkat mortalitas ikan lele. Dosis yang memiliki daya hambat bakteri terbaik
adalah 0,75 ppm.