Abstract :
Laporan keuangan merupakan salah satu media utama dalam penyampaian informasi atas kinerja dan kondisi ekonomis perusahaan selama tahun operasi bersangkutan dan berguna bagi pihak internal juga eksternal perusahaan. Dalam penyajian laporan keuangan, pihak eksternal biasanya melihat informasi laba sebagai salah satu cara dalam pengambilan keputusan. Namun, manajemen sering kali melaporkan laporan keuangannya dengan angka atau laba yang tinggi agar investor tetap menanamkan sahamnya di perusahaan. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan menerapkan prinsip konservatisme akuntansi dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur corporate governance yang diproksikan melalui frekuensi rapat dewan komisaris, kompetensi komite audit, leverage dan ukuran perusahaan terhadap konservatisme akuntansi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan sampel data sebanyak 183 sampel dalam tiga tahun. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan regresi logistik dan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan SPSS.15. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel frekuensi rapat dewan komisaris dan kompetensi komite audit berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap konservatisme akuntansi, variabel leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap konservatisme akuntansi.