Abstract :
Swamedikasi adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau
penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Data aktual
SUSENAS-BPS (2017) menunjukkan bahwa 69,43% masyarakat yang sakit di
Indonesia melakukan swamedikasi sebagai usaha pertama menanggulangi
penyakitnya. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (2012), sebanyak 565
(23,88%) iklan dari total 2.366 iklan obat yang beredar tidak memenuhi ketentuan
peraturan periklanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan iklan
obat flu terhadap tindakan swamedikasi pada pasien di Apotek K-24 Balongsari
Tama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang membeli obat flu di
Apotek K-24 Balongsari Tama selama bulan Juni 2020. Besar sampel adalah 55
dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen
penelitian pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis
menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil korelasi antara iklan obat flu di
televisi dan pemilihan obat flu secara swamedikasi menunjukkan bahwa terdapat
hubungan antara iklan obat flu di televisi dan pemilihan obat flu secara
swamedikasi dengan kategori lemah yang ditunjukkan dengan nilai koefisien
korelasi yang diperoleh yaitu 0,284.