Abstract :
Kesalahan pengobatan yang sering terjadi terletak pada tahap prescribing error. Prescribing error umumnya terjadi pada peresepan obat. Indikator peresepan WHO adalah sebagai metode dasar dalam menilai penggunaan obat di apotek pada fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan obat keras berdasarkan indikator peresepan WHO dan prescribing errors di Apotek Banjar Baru Gresik. Jenis penelitian yang digunakan dengan pengambilan data secara retrospektif dan penyajian data secara deskriptif. Instrumen penelitian ini yaitu resep dan lembar pengumpulan data. Hasil penelitian yang didapatkan pengunaan obat keras berdasarkan indikator peresepan WHO di Apotek Banjar Baru Gresik tanggal 1-31 Maret 2020 yang sudah sesuai dengan indikator WHO adalah peresepan antibiotik sebesar 11,29%. Tingkat penggunaan obat berdasarkan prescribing error di Apotek Banjar Baru Gresik tanggal 1-31 Maret 2020 yang paling banyak terjadi adalah tidak adanya keterangan usia pasien sebesar 78,01% dan tidak adanya keterangan berat badan sebesar 98,27%.