Abstract :
Kehamilan merupakan keadaan alamiah dan normal namun dapat menjadi
abnormal, maka dari itu selama hamil harus dilakukan deteksi dini adanya
komplikasi yang bisa saja terjadi dan memastikan kesehatan ibu dan janin dengan
melakukan penanganan secara continuity of care mulai dari masa hamil sampai
masa nifas dan KB. Tujuan continuity of care adalah untuk mendeteksi dini, agar
tidak terjadi penyult atau komplikasi yang mungkin saja terjadi dan ibu sehat bayi
sehat sehingga dapat menurunkan angka mortalitad dan mobiditas.
Pada Laporan Tugas Akhir ini dilakukan dengan metode study kasus pada
?Ny.Y? masa hamil sampai masa nifas dan KB di BPM Made Warthi, S.ST.
Waktu yang diperlukan dalam pemberian asuhan yaitu 4 bulan mulai bulan April
sampai Juli 2020 dengan meggunakan pendekatan asuhan kebidanan
didokumentasikan dengan SOAP.
Asuhan kehamilan pada ?Ny.Y?, pada usia kehamilan 4 minggu KU baik,
TTV dalam batas normal, TFU masih belum teraba, nilai KSPR trimester I yaitu
2, asuhan yang diberikan yaitu memberikan KIE tanda bahaya kehamilan
trimester I, cek Lab di Puskesmas, penanganan keluhan mual dan pusing,
kebutuhan nutrisi. Usia kehamilan 16 minggu ibu tidak ada keluhan, TTV dalam
batas normal, TFU pertengahan symfisis pusat, nilai KSPR trimester II yaitu 2,
asuhan yang diberikan yaitu tanda bahaya kehamilan trimester II. Pada usia
kehamilan 36 minggu ibu tidak ada keluhan, TTV dalam batas normal, TFU 29
cm, nilai KSPR trimester III yaitu 2, asuhan yang diberikan yaitu tanda bahaya
kehamilan trimester III, cara perawatan payudara, persiapan persalinan. Pada usia
kehamilan 39 minggu ibu tidak ada keluhan, TTV dalam batas normal, TFU
pertengahan pusat px (31 cm), nilai KSPR trimester III yaitu 2, asuhan yang
diberikan yaitu KIE tentang tanda persalinan. Pada usia kehamilan 40 minggu ibu
tidak ada keluhan, TTV dalam batas normal, TFU pertengahan pusat px (31 cm),
nilai KSPR trimester III yaitu 2, asuhan yang diberikan yaitu KIE tentang tanda
persalinan.
Asuhan persalinan berjalan normal, kala 1 berlangsung selama 4 jam, kala II
45 menit, kala III 10 menit, laserasi, dan pada kala IV dilakukan observasi selama
2 jam, terdapat perdarahan ibu 150 cc. Bayi ?Ny.Y? lahir spontan pukul 12.45
WIB, menangis kuat, jenis kelamin perempuan, berat lahir 3100 gram, panjang
badan 51 cm, A-S 7-8, terdapat lubang anus, dan tidak ada kelainan konginetal.
Asuhan yang diberikan yaitu segera setelah lahir dilakukan IMD, bayi
mendapatkan salep mata tetracyclin, injeksi vit K1. HB0 diberikan saat bayi
berusia 2 jam setelah lahir.
Pada kunjungan nifas dilakukan sebanyak 4 kali, pada kunjungan pertama
yaitu 6 jam postpartum asuhan dilakukan di BPM Made Warthi, S.ST, ibu sudah
mendapat Vit.A pertama dan kedua. Pada kunjungan kedua ibu tidak mengalami
keluhan, TTV dalam batas normal, TFU 2 jari dibawah pusat, lochea sanguelenta.
Asuhan yang diberikan KIE istirahat, senam nifas. Pada kunjungan ketiga dan
keempat ibu tidak mengalami keluhan, TTV dalam batas normal, TFU sudah tidak
teraba, lochea alba. Asuhan yang diberikan yaitu KIE tanda bahaya masa nifas,
istirahat, ASI eksklusif dan nutrisi gizi seimbang.
Kunjungan neonatus dilakukan 3 kali. Pada kunjungan pertama yaitu 24 jam
KU baik, bayi sudah BAB/BAK, TTV dalam batas normal, tali pusat basah. Pada
usia 5 hari bayi tidak ada kelainan, BAB 2x, BAK 5x, turgor kulit normal. Asuhan
yang diberikan yaitu menganjurkan ibu untuk memberikan ASI dengan frekuensi
lebih banyak dari sebelumnya. Pada kunjungan berikutnya bayi juga tidak ada
kelainan karena ibu tetap menyusui bayinya secara eksklusif. Pada usia 30 hari
bayi mendapatkan imunisasi BCG dan polio 1. Asuhan keluarga berencana
dilakukan setelah nifas 6 minggu, TTV dalam batas normal, ibu diberikan
informed choice dan informed consent, ibu memilih KB suntik 3 bulan, dan
mendapatkan suntikan Tryclofem jenis Depo Medroksi Progesteron Asetat
(DMPA) mengandung 150 mg pada tanggal 16 Mei 2020.
Berdasarkan data di atas tidak ditemukan kesenjangan mulai dari asuhan
kehamilan hingga KB dan asuhan yang dilakukan sudah sesuai dengan
manajemen asuhan kebidanan. Bagi bidan di PMB dapat mempertahankan dan
meningkatkan kualitas pelayanan, dan selalu memperbarui ilmu kesehatan yang
terbaru, terus mengasah soft skill dan hard skill-nya untuk memberikan asuhan
yang sesuai standart dan berkesinambungan. Bagi institusi pendidikan diharapkan
dapat memperbaiki praktik pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.