Abstract :
Pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator untuk
melihat derajat kesehatan, dimana pemantauan dan perawatan kesehatan yang
memadai selama kehamilan sampai keluarga berencana yang sangat penting untuk
kelangsungan hidup ibu dan bayinya, sehingga dapat memberikan bayi yang
sehat, ibu sehat, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian
Bayi (AKB) karena kesehatan pada ibu sangat menentukan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) pada generasi mendatang, sehingga dari ibu yang sehat mencetak
bayi yang sehat pula.Tujuan dilakukannya asuhan Continuity Of Care adalah
untuk mengenal secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,
kebidanan, dan pembedahan serta perlu diwaspadai terjadinya hal yang dapat
membahayakan kesehatan ibu dan bayi, karena proses kehamilan, persalinan, Bayi
Baru Lahir, nifas, dan Keluarga Berencana pada dasarnya merupakan suatu
kejadian fisiologis yang dapat berkembang menjadi patologis dengan
membahayakan jiwa ibu dan bayi.
Metode asuhan yang dilakukan yaitu dengan study kasus dan asuhan
kebidanan dilakukan pada Ny.?S? G3P20002 di PMB Rowani, Amd.Keb
Sidojangkung Menganti Gresik, mulai Maret sampai dengan Juni 2020 secara
Continuity Of Care dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan
kebidanan mulai dari masa hamil sampai dengan pelayanan keluarga berencana.
Pada trimester 1 (UK 11 minggu) terdapat masalah gangguan rasa nyaman
(pusing dan mual). DO : TTV (dalam batas normal), terjadi kenaikan BB 3 kg dari
sebelum hamil. Asuhan yang diberikan adalah KIE penanganan keluhan, dan KIE
pentingnya gizi seimbang untuk ibu hamil, terutama pada TM I, untuk
kesempurnaan pertumbuhan janin, baik bagian organ luar maupun organ bagian
dalam dan kesehatan ibu, menganjurkan ibu melakukan pemeriksaan ANC
terpadu. Pada trimester II (UK 19 minggu) tidak ada masalah. DO : TTV (dalam
batas normal), dan hasil pemeriksaan laboratorium HB, reduksi, albumin, HbSAg
(dalam batas normal), asuhan yang diberikan adalah KIE gizi seimbang serta
menganjurkan untuk senam hamil ringan. Pada trimester III (UK 37 minggu) telah
dilakukan Continuity Of Care dan tidak ada masalah. DO : TTV (dalam batas
normal), TFU 30 cm, letak kepala U. Asuhan yang diberikan yaitu KIE tentang
nutrisi dan tanda bahaya. Pada kehamilan 38 minggu tidak ada masalah, TTV
dalam batas normal, TFU 32 cm. Asuhan yang diberikan yaitu KIE persiapan
persalinan dan tanda-tanda persalinan. . Asuhan yang diberikan yaitu KIE tentang
nutrisi dan tanda bahaya. Pada kehamilan 39 minggu masalah nyeri pinggang,
TTV dalam batas normal, TFU 33 cm. Asuhan yang diberikan yaitu KIE
penanganan keluhan nyeri pinggang dan KIE persiapan persalinan serta tandatanda persalinan.
Asuhan persalinan tanggal 10 April 2020 jam 02.00 WIB Ø 5 cm, TTV
(dalam batas normal) letkep U TFU 33 cm (pertengahan pusat Px), inpartu kala 1
fase aktif. Proses persalinan, ibu bersalin secara normal dengan memberikan
asuhan benang merah, pada tanggal 10 April 2019 jam 06.10 WIB bayi lahir SptB, jenis kelamin perempuan, langsung menangis A-S 8-9, berat 3700 gram,
panjang 52 cm, kala II berlangsung selama 25 menit. Kala III berlangsung selama
6 menit, plasenta lahir lengkap dan segera dilakukan masase fundus uteri. Kala IV
viii
selama 2 jam post partum, kontraksi uterus keras, kandung kemih kosong,
dilakukan penjahitan derajat II, perdarahan ± 150 cc.
Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI lancar dan mengajarkan ibu
menyusui dengan benar. Telah dilakukan informed choice pada kunjungan nifas
ke empat, ibu telah diberikan motivasi untuk ber-KB dan telah diberikan
konseling KB, keuntungan dan keterbatasan KB, meyakinkan kembali tentang KB
yang digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan
dengan alasan agar tidak mengganggu proses menyusui. Ibu melakukan informed
consent dan mendapatkan injeksi Depoprovera 3 bulan tanggal 29 Mei 2020
suntik ulang tanggal 22 Agustus 2020.
Berdasarkan hasil asuhan kebidanan Continuity Of Care yang telah dilakukan
diharapkan ibu dan bayi sehat, tidak terjadi penyulit maupun komplikasi. Bidan
harus dapat up-date ilmu kesehatan yang terbaru dan meningkatkan kualitas
pelayanan, hardskill maupun soft skill, penerapan ANC terpadu, kelas ibu hamil
dan deteksi dini risiko tinggi bekerjasama dengan kader dan peran serta lintas
program dan lintas sektoral dan memberikan asuhan yangsesuai dengan standart
kompetensi.