Abstract :
Proses kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan Keluarga Berencana
(KB) pada dasarnya merupakan suatu kejadian yang fisiologis atau alamiah,
namun dalam prosesnya dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi
setiap saat yang dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi, terutama pada ibu yang
tidak mendapatkan asuhan dari tenaga kesehatan. Tujuan dilakukannya asuhan
Continuity Of Care adalah memberikan asuhan secara berkesinambungan
sehingga dapat mengantisipasi dan mendeteksi secara dini adanya kelainan dan
komplikasi agar dapat ditangani sehingga dapat menekan angka mortalitas dan
morbiditas.
Metode asuhan yang dilakukan yaitu asuhan kebidanan yang dilakukan pada
?Ny. D? umur 18 tahun GIP00000 di PMB Rowani, Amd. Keb Sidojangkung
Menganti Gresik, mulai Maret sampai dengan Juli 2020 secara Continuity Of Care
dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan mulai dari masa
hamil sampai dengan pelayanan keluarga berencana.
Asuhan kehamilan pada Trimester I dan II diperoleh dari hasil rekam medis,
sedangkan pada Trimester III dilakukan kunjungan sebanyak dua kali pada usia
kehamilan 38 dan 39 minggu, dengan Kartu Skor Poedji Rochjati 2, HPHT 17-06-
2019 dan HPL 24-03-2020. Kunjungan ibu pada usia kehamilan 39 minggu yaitu
mengeluh sering merasa perutnya kenceng, keluhan ini fisisologis dan telah
diberikan KIE tentang keluhan yang di alami serta persiapan persalinan. Sehingga
selama kehamilan ibu dan janin dalam keadaan sehat.
Asuhan persalinan tanggal 16 Maret 2020 jam 07.00 WIB Ø 5 cm, TTV
(dalam batas normal) Let.Kep U TFU 33 cm (3 jari dibawah Px), inpartu kala 1
fase aktif. Proses persalinan dilakukan dengan 58 langkah APN, dilakukan
episiotomi dengan indikasi bayi besar dan perineum kaku. Tanggal 16 Maret 2020
jam 11.35 WIB bayi lahir Spt-B, jenis kelamin Perempuan, langsung menangis AS 8-9, berat 4000 gram, panjang 50 cm, kala II berlangsung selama 35 menit. Kala
III berlangsung selama 10 menit, plasenta lahir lengkap dan segera dilakukan
masase fundus uteri. Kala IV selama 2 jam post partum, kontraksi uterus keras,
kandung kemih kosong, dilakukan penjahitan luka episiotomi derajat 2 dengan
teknik jelujur menggunakan benang plain catgut, perdarahan ±150 cc.
Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI lancar dan mengajarkan ibu
menyusui dengan benar. Telah dilakukan informed choice pada kunjungan nifas
ke empat, ibu telah diberikan KIE untuk ber-KB dan telah diberikan konseling
KB, keuntungan dan keterbatasan KB, meyakinkan kembali tentang KB yang
digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan dengan
alasan agar tidak mengganggu proses menyusui. Ibu melakukan informed consent
dan mendapatkan injeksi Triclofem 3 bulan tanggal 26 April 2020 suntik ulang
tanggal 19 Juli 2020. Mulai dari asuhan kehamilan sampai dengan pelayanan KB
tidak ada penyulit maupun komplikasi.
Berdasarkan hasil asuhan kebidanan Continuity Of Care yang telah dilakukan
diharapkan ibu dan bayi sehat, tidak terjadi penyulit maupun komplikasi. Bidan
harus dapat mengetahui dan memahami ilmu kesehatan yang terbaru dan
meningkatkan kualitas pelayanan, hardskill maupun soft skill, penerapan ANC
terpadu, kelas ibu hamil dan deteksi dini risiko tinggi, bekerjasama dengan kader
dan peran serta lintas sektoral serta selalu memberikan asuhan sesuai dengan
standart kompetensi.