Abstract :
Dalam suatu proses kehamilan sampai dengan pemakaian alat kontrasepsi
perlu mendapatkan asuhan secara komprehensif. Untuk menerapkan pelayanan
tersebut dapat dilakukan secara berkesinambungan atau Continuity Of Care.
Dengan tujuan adanya dilakukan asuhan secara berkesinambungan atau
Continuity of care agar ibu dan bayi yang dilahirkan dalam kondisi yang sehat,
tidak ada penyulit dan komplikasi sehingga akan mengurangi dan menurunkan
AKI dan AKB selama masa kehamilan, persalinan, nifas, Bayi Baru Lahir (BBL)
serta Keluarga Berencana (KB) dengan menggunakan standart asuhan kebidanan.
Metode yang digunakan dalam Laporan Tugas Akhir ini adalah study kasus
yang dilakukan pada Ny.?E?umur 32 tahun G3 P20002 di PMB Nisbaningsih, S. ST
Karang Turi Gresik mulai Maret sampai Juni tahun 2020 dengan secara
continuity of care dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan
kebidanan mulai dari masa hamil, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, neonatus
sampai dengan Keluarga Berencana.
Asuhan kehamilan pada Trimester I (UK 10 minggu), Trimester II (UK 24
minggu) dan hasil pemeriksaan laboratorium HB :11,7 gr%, reduksi (-), albumin
(-), HbSAg (-) Goldar A, HIV (NR) diambil dari rekam medik, sedangkan
Trimester III dilakukan kunjungan sebanyak dua kali pada usia kehamilan 38-39
dan 39-40 minggu, dengan HPHT 29 Juni 2019 dan HPL 05 April 2020. Pada UK
38-39 minggu ibu tidak ada keluhan, DO : TTV (dalam batas normal), TFU
pertengahan pusat-px (33 cm), letkep ?, TBJ : 3.410 gram, asuhan yang diberikan
adalah KIE tentang nutrisi, istirahat, perawatan payudara, senam hamil, P4K,
ANC terpadu dan persiapan persalinan serta diberikan neurodex 3x1 dan siobion
1x1. Pada UK 39-40 minggu ibu mengeluh kenceng-kenceng sejak kemarin senin,
DO : TTV (dalam batas normal), TFU pertengahan pusat-px ( 33 cm), letkep ?,
TBJ : 3.410 gram, asuhan yang diberikan adalah KIE tentang nutrisi, istirahat,
persiapan persalinan, bayi, dan tanda-tanda persalinan serta diberikan neorodex
3x1, siobion1x1.
Asuhan persalinan berjalan normal, kala I fase aktif jam 05.00 Ø 6 cm dan
pada jam 07.30 Ø 10 cm jadi asuhan persalinan selama 2 jam lebih 30 menit ada
indikasi karena ibu ingin mengejan dan his semakin kuat dan dilakukan VT: v/v
taa, portio lunak, Ø 10 cm, eff 100%, ketuban (-), teraba UUK kiri depan,
moulage 0, Hodge III, presentasi belakang kepala, bagian terkecil (-), kala II
berlangsung selama 25 menit, bayi lahir secara normal jam 07.55 WIB, menangis
spontan, Apgar Skor 8-9, BB: 3.800 gram, PB: 50 cm, JK: Laki laki, diberikan
salep mata profilaksis (cloramphenicol) dan injeksi vitamin K1 0,5 ml pada paha
kiri setelah 1 jam bayi lahir kemudian diberikan injeksi Hb0 0,5 ml pada paha
kanan setelah 1 jam pemberian Vit K1. Kala III berlangsung 5 menit, plasenta
lahir lengkap jam 08.00 WIB, perdarahan + 150 cc. Kala IV selama 2 jam post
partum, UC: keras, KK: kosong, tidak terjadi laserasi, pada ibu nifas diberikan
vitamin A 200.000 IU.
Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI keluar dan telah dilakukan
informed choice pada kunjungan nifas ke empat, ibu telah diberikan konseling
untuk ber-KB menggunakan ABPK dan telah dijelaskan macam-macam KB,
keuntungan, efek samping KB, meyakinkan kembali tentang KB yang digunakan
karena badan ibu yang terlalu gemuk dan ibu memutuskan untuk menggunakan
KB suntik 3 bulan dengan alasan ibu ingin ganti metode KB yang sebelumnya ibu
pernah memakai KB suntik 1 bulan dan percaya bahwa KB suntik 3 bulan itu baik
untuk ibu menyusui. Sebelum diberikan injeksi KB 3 bulan bidan melakukan
skrening penapisan KB suntik 3 bulan dan setelah itu di berikan informed consent
lalu melakukan pemeriksaan dan ibu tetap memilih kb suntik 3 bulan. Ibu
melakukan dan telah mendapat injeksi Triclofem KB 3 bulan tanggal 02 Juni 2020
dan kembali suntik ulang pada tanggal 26 Agustus 2020.
Pada kunjungan neonatus ke 1, 2, dan 3 tidak ada keluhan dan tidak
ditemukan komplikasi pada neonatus, tumbuh kembang baik dan bayi sehat. Pada
proses asuhan neonatus berlangsung fisiologis, ibu menyusui bayinya secara
eksklusif. Bayi sudah mendapatkan imunisasi BCG dan polio 1.
Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan
pada Ny.?E? diharapkan ibu dapat menerapkan konseling yang telah diberikan
selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan
dapat mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.