Abstract :
ABSTRAK
PERBEDAAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA SEBELUM
ii
DAN SESUDAH DILAKUKAN TERAPI AIR HANGAT PADA
KAKI DI DESA LEGUNG TIMUR DUSUN BUKABU
BATANG-BATANG SUMENEP
Jaoharo Feralisa
Latar Belakang : Gejala insomnia sering terjadi pada lansia, bahkan hampir
setengah dari jumlah lansia mengalami kesulitan memulai tidur dalam
mempertahankan tidurnya. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis Perbedaan
Kejadian Insomnia Pada Lansia Sebelum dan Sesudah Dilakukan Terapi Air
Hangat Pada Kaki Di Dusun Bukabu Sumenep.
Metode : Penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimen, dengan jenis
penelitian One Group Pre-Post Test Design. Populasi penelitian ini semua yang
mengalami insomnia di dusun bukabu sebanyak 100 lansia dan jumlah sampel 80
lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan
pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian kemudian dianalisis
menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil : Penelitian analisis menunjukkan bahwa hampir setengahnya tingkat
insomnia sebelum diberikan terapi rendam air hangat adalah sedang sebanyak 38
lansia (48%), sebagian besar tingkat insomnia lansia sesudah dilakukan terapi
rendam air hangat adalah ringan 42 lansia (53%). Hasil analisis perbedaan tingkat
insomnia sebelum dan sesudah dilakukan terapi rendam air hangat diperoleh nilai
p= 0,000 < 0,05 yang berarti Ho ditolak Ha diterima.
Kesimpulan : Ada perbedaan tingkat insomnia sebelum dan sesudah dilakukan
terapi rendam air hangat di dusun Bukabu Kabupaten Sumenep.
Kata Kunci : Insomnia, Lansia, Terapi Air Hangat