Abstract :
Latar Belakang ; kenyataan untuk penatalaksanaan mengatasi febris sering
dengan menggunakan kompres dingin, sedangkan menurut beberapa sumber
kompres hangat juga dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi febris.
Kompres hangat ataupun dingin dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh.
Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan efektifitas antara kompres hangat
dengan kompres dingin terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien febris.
Metode ; desain penelitian Quasy Experimental, Simple Random Sampling.
Populasi 32 pasien febris, sampel 30 pasien febris pada bulan April 2014 yang
terdiri dari 15 kelompok pemberian kompres hangat dan 15 kelompok pemberian
kompres dingin, dengan hasil uji statistik T independent.
Hasil ; dari 15 pasien febris yang dirawat di Ruang Melati RSUD dr. TC. Hillers
Maumere sesudah diberi perlakuan kompres hangat hampir sebagian mengalami
kenaikan suhu tubuh yaitu 6 (60%) pasien, dan dari 15 pasien febris yang dirawat
di Ruang Melati RSUD dr. TC. Hillers Maumere sesudah diberi perlakuan
kompres dingin mengalami penurunan suhu tubuh yaitu 3 (100%) pasien. Hasil
Uji T Pair Before After untuk pemberian kompres dingin diperoleh nilai P = 0,00
dengan ? = 0,05 sehingga P < ?. (0,00 < 0,05) dan hasil Uji T Independent
diperoleh nilai sign 0,03 yang menunjukkan tidak ada perbedaan pada penurunan
suhu tubuh pasien febris.
Kesimpulan ; ada perbedaan efektifitas antara pemberian kompres hangat dan
kompres dingin terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien febris di Ruang
Melati RSUD dr. TC. Hillers Maumere.