Abstract :
Fenomena yang terus meningkatnya pasien angina setiap tahun dikarenakan
upaya pencegahan sekunder belum berjalan secara optimal, ketidak mampuan pasien
untuk melakukan pencegahan sekunder menjadi salah satu prediktor berulangnya
kembali pasien terkena serangan angina. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis hubungan perilaku pencegahan sekunder terhadap kekambuhan pada
pasien angina pektoris di Poli Jantung RSUD Sidoarjo.
Jenis penelitian ini adalah analitik dan desain penelitian adalah Observasional
dengan metode survey analitik dan pendekatan croos sectional, jumlah populasi
sebanyak 45 dan sampel sebanyak 44 pasien angina.Teknik penelitian menggunakan
purposive sampling. Variabel independen penelitian ini adalah perilaku pencegahan
sekunder dan variabel dependen penelitian ini adalah adalah kekambuhan angina
pektoris. Instrument penelitian menggunakan kuisioner. Menggunakan analisis
bivariate dengan uji Chi square.
Hasil penelitian menunjukan responden yang tidak melakukan perilaku
pencegahan sekunder sebanyak 28 (63,6%), responden dengan kekambuhan angina
sebanyak 28 (63,6%). Hasil uji bivariat ada hubungan perilaku pencegahan sekunder
dengan kekambuhan angina pektoris p = 0,001 < a = 0,05 dengan kata lain Ho ditolak
dan H1 diterima.
Ada hubungan perilaku pencegahan sekunder dengan kekambuhan angina
pektoris.