Abstract :
Latar Belakang : Pada data Sistem Kesehatan Nasional (SKN) upaya kesehatan
termasuk di Rumah Sakit bersifat menyeluruh, terpadu, bermutu, merata,
terjangkau dan diterima oleh masyarakat. Data Riskesdas 2007 sebanyak 14,1%
penduduk mengalami gangguan jiwa, sedangkan prevelensi dari World Health
Organization (WHO) pada 2001 ada 450 juta orang mengalami gangguan
kesehatan jiwa. Di Rumah Sakit Jiwa dituntut untuk memberikan pelayanan yang
kompherensif dan holistik. Data Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya tahun 2011
hingga 2014 mengalami peningkatan, terutama pasien perilaku kekerasan terdapat
pasien wanita sebanyak 19 (54,2%) pasien, laki-laki sebanyak 11 (31,4%) pasien
dan anak-anak sebanyak 5 (14,3%) pasien. Di sisi lain perawat berjumlah 85
perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan yang sesuai sebanyak 46
(54,1%) perawat. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan
dan sikap perawat tentang pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit
Jiwa Menur Surabaya.
Metode : Jenis penelitian observasional, dengan Cross Sectional dengan populasi
107 dan besar sampel 85 perawat, teknik Simple Random Sampling, variabel
independen adalah pengetahuan dan sikap perawat tentang perawatan pasien
perilaku kekerasan, variabel dependen adalah pendokumentasian asuhan
keperawatan. Instrumen menggunakan kuesioner dan observasi. Data dianalisis
dengan uji statistic Contingency.
Hasil : Pengetahuan perawat kurang sebanyak 36 (83,7%), sikap perawat tidak
mendukung sebanyak 36 (81,8%), pendokumentasian asuhan keperawatan yang
tidak sesuai sebanyak 39 (45,9%). Uji statistik pengetahuan dengan
pendokumentasian asuhan keperawatan dengan uji Contingency ? value 0,000 <
0,05 jadi H0 ditolak, H1 diterima, sikap dengan pendokumentasian asuhan
keperawatan dengan uji Contingency ? value 0,000 < 0,05 jadi H0 ditolak, H1
diterima.
Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dan sikap perawat tentang perawatan
pasien perilaku kekerasan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di
Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.