Abstract :
Latar Belakang: Masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat.
Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun
ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya dapat menimbulkan rasa tidak
puas dan kurang percaya diri. Salah satu penyakit kulit yang selalu mendapat
perhatian bagi para remaja dan dewasa muda adalah jerawat. Jerawat bukan suatu
penyakit yang berbahaya namun bisa menyebabkan dampak yang besar pada aspek
psikologis dan pengembangan citra diri remaja putri antara lain menjadi kurang
percaya diri, malu dan cenderung rendah diri. Pada umumnya gangguan penampilan
pada diri siswi yang mengalami kejadian jerawat akan mempengaruhi citra diri.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kejadian jerawat dengan
gangguan citra diri siswi kelas x di SMKN 2 Buduran Sidoarjo.
Metode: Jenis analitik desain observasional pendekatan cross sectional. Populasi 100
pasien dan sampel 80 pasien. Teknik simple random sampling. Variabel independen
dan variabel dependen. Pengumpulan data lembar observasional dan kuesioner. Uji
statistik korelasi Chi Square.
Hasil: Siswi kelas X di SMKN 2 Buduran Sidoarjo mengalami jerawat tidak parah
(77,5%) dan sebagian besar (61,25%) siswi mengalami citra diri negatif. Hasil uji
statistik korelasi Chi Square tak bersyarat menunjukkan nilai p < ? (0,014 < 0,05)
maka H0 ditolak.
Kesimpulan: Ada hubungan antara kejadian jerawat dengan gangguan citra diri
sisiwi kelas X di SMKN 2 Buduran Sidoarjo.