Abstract :
Salah satu perusahaan yang sudah menerapkan pengendalian kualitas yang belum maksimal adalah UD. Ramli Collection, terletak di Jl. Sindujoyo XVII No 1-13 Gresik yang didirikan oleh Bapak Ramli. UD Ramli Collection yang memproduksi baju muslim pria mempunyai kualitas produk yang banyak menghasilkan produk cacat pada setiap proses pembuatanya, terutama dalam proses pemotongan, penjahitan dan penghalusan. Produk cacat yang muncul adalah kerah baju sobek, bagian badan tidak sama dan dalam bordiran. Adanya permasalahan tersebut maka peneliti mencoba memberikan solusi melalui metode six sigma.
Six sigma merupakan salah satu metode perbaikan kualitas yang memerlukan disiplin tinggi dan dilakukan secara komprehensif yang mengeliminasi sumber masalah utama dengan pendekatan DMAI (Define, Measure, Analyze, and Improve). Hasil pengukuran data yang diperoleh dari CTQ (Critirial to Quality). Berdasarkan diagram pareto bahwa tingkat kecacatan paling tinggi sampai terendah adalah jenis defect kerah baju sobek 76,6%, dalam bordiran 13,9%, dan bagian tidak sama 9,5%. Dan mendapatkan nilai sigma 2,20 artinya belum mencapai tingkat six sigma dikarenakan masih tingginya produk cacat. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi cacat produk menggunakan fishbone diagram dan melakukan perbaikan menggunakan 5w+1H (why, what, where, when, who, dan how). Terakhir memberikan kesimpulan masukan pada perusahaan dalam hal pengendalian kualitas.