Abstract :
Demi menjamin kelancaran suatu sistem produksi dari sebuah perusahaan,
prasayarat mutlak yang harus dipenuhi adalah tetap terjaganya keandalan mesin
produksi. Dan untuk menjamin keandalan sistem produksi tersebut, diperlukan
suatu kebijaksanaan perawatan yang optimal. PT. Autokorindo Pratama
merupakan produsen velg. Dalam kegiatan produksi sehari-hari perusahaan
seringkali mengalami hambatan dengan kerusakan mesin yang mengakibatkan
terjadinya lost product yang pada akhirnya mengganggu pemenuhan permintaan
produksi. Untuk mengatasinya diperlukan suatu kebijakan perawatan yang tepat
dipandang dari segi kegagalan yang timbul maka didapatkan mesin kritis yang
dijadikan fokus utama dalam penelitian ini yakni pada line assembly pada mesin
tack welding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah shutdown
maintenance (SdM) dengan pendekatan teori keandalan. Dalam SdM ini, setiap
kegiatan selama periode shutdown dijadwalkan secara akurat dengan metode CPM
(critical path methode). Hasil akhir dari SdM merupakan jadwal kegiatan
perawatan yang optimal selama periode shutdown berlangsung, dari hasil
identifikasi lintasan kritis didapatkan lama perusahaan harus melakukan shutdown
selama 2 hari kemudian interval perawatan yang optimal untuk mengcover
komponen mesin berdasarkan nilai TM dari masing-masing komponen tersebut