Abstract :
Produk flat bar merupakan pekerjaan rutin bersifat periodik yang selalu menjadi
prioritas utama (urgent) di PT. IPGE. Dalam setiap harinya, PT.IPGE dituntut harus
menyelesaikan ratusan setiap tipe produk flat bar, tetapi dalam hal ini pengerjaan produk
flat bar dikerjakan hanya satu proses di mesin milling dan jumlah mesin milling hanya
ada tiga unit. Dengan jam kerja normal kapasitas mesin milling tidak mencukupi untuk
menyelesaikan produk flat bar tersebut. Melihat semakin tingginya permintaan produk
flat bar dengan batas waktu pesanan relatif singkat, maka solusi yang diambil oleh
PT.IPGE melakukan kerja overtime. Dari permasalahan ini maka bagaimana cara
menentukan jumlah setiap jenis produk flat bar yang akan dikerjakan dimesin milling
sehingga diperoleh biaya proses produksi yang minimum.
Untuk mendapatkan biaya proses produksi yang minimum maka diaplikasikan
integer programming dengan di bantu menggunakan software LINDO versi 2.0
Kondisi rill perusahaan dalam mengerjakan tiga tipe produk flat bar pada masing- masing mesin milling dengan total biaya proses produksi RP. 16.495.026 sedangkan dari
hasil penelitian menggunakan integer programming didapat total biaya proses produksi
RP. 16.183.440/ hari.
Total biaya proses produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp.
16.495.026 / hari terjadi penurunan biaya proses produksi sebesar Rp. 311.586 bila
dibandingkan dengan penggunan metode Integer programming.