Abstract :
Pembelajaran matematika di SD masih banyak masalah baik dari segi siswa, metode penyampaian, maupun media yang digunakannya. Salah satu materi yang
dikeluhkan mereka adalah tentang bilangan bulat dan operasinya. Berdasarkan
temuan di lapangan pula, ternyata buku-buku yang dijadikan pegangan guru tidak
dapat dijadikan pedoman untuk menyampaikan materi bilangan bulat secara
benar. Di samping banyak terjadi kesalahan konsep, penyampaian materi
disampaikan secara abstrak dan tidak memperhatikan taraf berpikir anak. Oleh
karena itu penulis ingin memberikan salah satu cara alternatif menyelesaikan
operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan media
balok kayu. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah
bagaimana aktivitas siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, ketuntasan belajar siswa dan respon siswa terhadap penggunaan media balok
kayu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Deskriptif yang dilakukan
adalah penjabaran, dengan perhitungan rata-rata maupun prosentase dari hasil
yang didapat baik itu dari lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi
kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran matematika, hasil tes belajar
siswa, serta respon siswa. Yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Nurul Islam
Pongangan Manyar Gresik yang berjumlah 34 siswa. Instrumen yang digunakan
adalah lembar pengamatan aktivitas siswa serta lembar pengamatan kemampuan
guru dalam mengelola pembelajaran, tes hasil belajar siswa, serta angket respon
siswa. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar
79,41% siswa aktif selama pembelajaran, nilai yang diperoleh guru dalam
pembelajaran matematika sebesar 82,29, ketuntasan belajar siswa mencapai
85,29%, serta respon siswa dinyatakan positif dengan hasil sebesar 89,34% pada
pembelajaran matematika dengan menggunakan media balok kayu di kelas IV MI
Nurul Islam Pongangan Manyar Gresik.