Abstract :
Pembelajaran matematika khususnya di SMP selalu menggunakan
metode pembelajaran konvensional yang mana guru yang bertindak aktif
sedangkan peserta didik hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru.
Akibatnya sampai saat ini matematika masih dianggap mata pelajaran yang
sulit, membosankan, bahkan menakutkan bagi peserta didik. Oleh karena itu
untuk mengatasi masalah tersebut maka dalam proses belajar mengajar guru
mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran yang tepat sesuai
dengan materi yang disampaikan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe
Team Games Turnamen. Model pembelajaran ini adalah Pembelajaran yang
menggunakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis di mana
para peserta didik berlomba sebagai wakil tim mereka.
Penelitian ini mengambil dua rumusan masalah yaitu kemampuan guru
dalam mengelolah pembelajaran kooperatif, dan ketuntasan belajar siswa
setelah pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran kooperatif dan ketuntasan
belajar siswa pada pokok bahasan belah ketupat. Jenis penelitian ini adalah
penelitian deskriptif dengan subyek penelitian yaitu seluruh peserta didik
kelas VII-E SMP Darussalam I Cerme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kemampuan guru dalam mengelolah pmbelajaran kooperatif tipe TGT ini
dikatakan baik dengan persentase 81,37 % dan hasil ketuntasan belajar
peserta didik tergolong tuntas dengan persentase ketuntasan belajar klasikal
sebesar 89,74%