Abstract :
Selama ini peserta didik menganggap pelajaran matematika adalah pelajaran
yang penuh dengan hitung-hitungan dan membingungkan, akibatnya banyak
peserta didik yang lebih menyukai pelajaran lain yang tidak menuntut
keterampilan khusus dalam menyelesaikan masalah-masalah didalamnya. Pada
pokok bahasan pecahan, sebagian masalah (soal-soal) disajikan dalam bentuk
soal cerita yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kurikulum
KTSP mata pelajaran matematika sekolah dasar bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan memahami masalah, memecahkan model matematika, menyelesaikan dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal cerita
pokok bahasan pecahan dan untuk mengetahui letak kesalahan yang paling
banyak dilakukan peserta didik dalam mengerjakan soal cerita pada pokok
bahasan pecahan. Ada tiga langkah untuk mengerjakan soal cerita pecahan pada
penelitian ini, yaitu langkah abstraksi, langkah komputasi dan langkah
menafsirkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data diperoleh
dari subyek penelitian yaitu peserta didik kelas V MI Tarbiyatul Muwahhidin
Morowudi Cerme Gresik Tahun ajaran 2008/2009. Untuk pengumpulan data
pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal tes dan dianalisis
dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Hasil
penelitian ini menunjukkan tingkat kemampuan peserta didik kelas V di MI
Tarbiyatul muwahhidin termasuk dalam kategori kurang dengan skor rata-rata
37,125. Dan letak kesalahan yang paling banyak dilakukan dalam mengerjakan
soal cerita adalah langkah menafsirkan dengan kesalahan rata-rata sebesar
94,79 %.