Abstract :
Studi ini menyelidiki pengaruh dari mekanisme good corporate governance
terhadap manajemen laba. Praktek manajemen laba ini diukur dengan
menggunakan discretionary accrual pada model jones yang dimodifikasikan,
sedangkan komite audit diukur dengan variabel dummy, proporsi dewan komisaris
independent diukur dengan menggunakan indikator persentase anggota dewan
komisaris independent dibagi dengan seluruh jumlah anggota dewan komisaris
perusahaan, kepemilikan institusional diukur dengan indikator persentase jumlah
saham yang dimiliki institusi dari seluruh modal saham yang beredar. Sample
penelitian ini adalah 27 perusahaan manufaktur yang tergolong dalam industri
dasar dan kimia yang go public di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2007.
sample dipilih berdasarkan penetapan tertentu (purposive sampling). Dengan uji T
yang memilki pengaruh positif yaitu komite audit sedangkan yang memiliki
pengaruh negatif adalah proporsi dewan komisaris independen serta kepemilikan
institusional dengan perubahan manajemen laba sebesar 0,424 menunjukkan
korelasi yang kuat. Nilai R2 sebesar 0,180 yang berarti bahwa komite audit,
proporsi dewan komisaris independen serta kepemilikan institusional mampu
menjelaskan manajemen laba sebesar 18% dan sisanya 82% dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian ini. Berdasarkan pengujian secara
bersama atau simultan menunjukkan kalau komite audit, proporsi dewan
komisaris independen serta kepemilikan institusional secara bersama-sama
memiliki pengaruh terhadap manajemen laba.