Abstract :
Akuntansi Syari?ah timbul seiring dengan perkembangan sistem ekonomi Islam.
Dengan adanya konsep laba akuntansi syari?ah yang merupakan informasi laba
dapat dijadikan sebagai dasar perhitungan zakat. Laba merupakan suatu ukuran
untuk melihat kinerja suatu manajemen atas pengelolaan sumber daya dalam
menjalankan usaha. Dalam menentukan laba diperlukan suatu konsep pengukuran
sebagai proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap
unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi.
Tujuan dari akuntansi syari?ah bukan hanya untuk memperoleh laba tetapi
untuk dikeluarkan zakatnya karena zakat merupakan hal yang sangat asasi dalam
Islam, dimana zakat merupakan salah satu rukun Islam. Seperti yang diungkapkan
oleh Rasulullah SAW., bahwa zakat dikenakan terhadap kekayaan yang dimiliki,
termasuk didalamnya laba yang diperoleh dari kegiatan usaha (Q.S. 2 : 276)
Zakat yang dibayarkan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban
kepada Allah SWT., yang diaktualkan dalam bentuk pemerataan kesejahteraan
terhadap manusia dan lingkungannya sebagai konsekuensi bahwa manusia
merupakan khalifah Allah di muka bumi yang diberi amanah untuk mengelolah
alam beserta isinya.