Abstract :
Proses akuntansi yang terpenting untuk pengambilan keputusan adalah
menginterpretasi, menafsirkan kondisi keuangan suatu perusahaan melalui laporan
keuangannya. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu analisis terhadap laporan
keuangan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan tertentu yang perlu
diperhatikan oleh manajemen dalam menganalisis dan menilai posisi keuangan
dan kemajuan perusahaan, dapat memberi gambaran tentang baik, buruknya
keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah current ratio, quick
ratio, leverage, return on investment dan return on equity berpengaruh secara
parsial maupun secara simultan terhadap abnormal return pada perusahaan
manufaktur yang go publik di Bursa Efek Surabaya
Hipotesis yang peneliti rumuskan dalam penelitian ini adalah bahwa
current ratio, quick ratio, leverage, return on investment dan return on equity
secara parsialmaupun secara simultan berpengaruh terhadap abnormal return pada
perusahaan manufaktur yang go publik di Bursa Efek Surabaya.
Alat analisis yang digunakan adalah model regresi linier berganda
dengan bantuan SPSS Ver 10.0 for Windows. Pengujian hipotesis dengan
menggunakan uji t dan uji F, keduanya dengan pada level of significan 5%
Hasil pengujian menunjukkan bahwa dalam pengujian hipotesis secara
simultan Fhitung sebesar 3,200 dan Ftabel sebesar 2,77 pada df 5 dan 18 dengan
tingkat keyakinan (?) 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima yang berarti bahwa
current ratio (X1), quick ratio (X2), leverage (X3) ROI (X4) dan ROE (X5)
berpengaruh secara simultan terhadap abnormal return (Y). dan current ratio (X1)
diperoleh hasil t hitung sebesar 2,800 dan t tabel sebesar 1,734 . Quick ratio (X2)
diperoleh hasil thitung sebesar -2,285 dan ttabel sebesar 1,734 . Leverage (X3)
diperoleh hasil thitung sebesar -0,197 dan ttabel sebesar -1,734 . Return on investment
(X4) diperoleh hasil thitung sebesar 2,192 dan ttabel sebesar 1,734 Return on equity
(X5) diperoleh hasil thitung sebesar 0,946 dan ttabel sebesar -1,734
Para investor sebaiknya mengantisipasi abnormal return terhadap modal
yang akan di investasikan karena ukuran perusahaan dan jenis industri akan
mempengaruhi perusahaan dalam menjalankan kebijaksanaan devidennya